TUHAN MENCARI SIAPA SAJA YANG MAU

Matius 22:1-10

1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: 

2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.

10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Israel Menolak Undangan Tuhan.

Tuhan Yesus melanjutkan lagi pengajaranNya kepada orang-orang Israel di Bait Allah di Yerusalem, untuk menyatakan betapa degilnya bangsa Israel yang sudah berkali-kali Allah, yang diumpamakan sebagai Raja, mengundang mereka ke Perjamuan Kawin PuteraNya di KerajaanNya tetapi bangsa Israel selalu menolak. Mereka menolak undangan itu dengan berbagai alasan. Akhirnya Israel, meski mereka diberkati Tuhan dengan kekayaan materi melimpah, mereka tetap tidak menemukan sukacita di dalam Kristus, karena mereka menolak Tuhan Yesus. Jika sudah genap waktunya nanti, Tuhan kelak akan memulihkan bangsa Israel sehingga mereka akan datang kepadaNya untuk diselamatkan.

Kerajaan Allah itu seperti Perjamuan Kawin Putera Raja. Di dalam Kerajaan Allah ada sukacita senantiasa, ada puji-pujian, damai sejahtera sorgawi memenuhi hidup kita. Meski keadaan diluar kita sedang dilanda banyak masalah, Tuhan akan menguatkan kita dengan sukacitaNya. Tetapi ada banyak orang yang menolak itu dengan berbagai alasan.

Orang-orang yang Banyak Alasan.

Di dalam kitab Lukas dicatat juga perumpamaan yang sama dengan alasan penolakan yang rinci:

Lukas 14:18-20

18 Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.

19 Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.

20 Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.

Ladang berbicara tempat tinggal baru, lembu baru bicara soal pekerjaan atau bisnis, baru kawin bicara soal pasangan hidup. Ketiga hal ini sering menjadi alasan seseorang untuk tidak mengikut Tuhan. 

Waktu kita masih muda, masih remaja, atau masih kuliah, hati kita berkobar-kobar ketika kita dipanggil Tuhan, tetapi setelah kita bekerja kita mulai banyak alasan, juga setelah pindah ke kota lain mulai tidak ke gereja lagi, setelah menikah mulai redup kasih kita kepada Allah. Saudaraku, hal itu tidak boleh terjadi. Karena itu kita harus selalu meminta petunjuk Tuhan, di kota mana kita akan tinggal, di mana kita akan melamar pekerjaan, apa bisnis yang akan kita rintis, dan dengan siapa kita akan menikah. Bawalah semua itu kepada Allah, mintalah tuntunanNya. Dan jika saudara sudah mendapatkan itu semua, hati-hatilah jangan hati kita berpaut pada berkatNya, tapi berpautlah pada Tuhan. Kalau hati kita tidak berpaut pada Tuhan, kita akan punya banyak alasan menolak undangan Tuhan.

Dalam perumpamaan itu disebutkan sebagian penduduk kota itu malah membunuh hamba-hamba raja yang mengundang mereka. Yaitu mereka menganiaya dan membunuh utusan-utusan Tuhan, baik para nabi di masa lalu, atau saksi-saksiNya di masa sekarang.

Raja itu murka. Bayangkan, hidangan sudah disediakan, banyak lembu dan ternak sudah disembelih, semua sudah tersedia, tetapi para undangan itu menolak untuk datang, bukankah itu sangat menyakiti hati sang raja? Lalu Raja mengirim pasukan untuk membinasakan para pembunuh itu dan membakar kota itu.

Tuhan Mencari Siapa Saja yang Mau.

Saudaraku, Tuhan sudah menyediakan keselamatan untuk kita, termasuk kemenangan atas dosa, juga berkat rohani di sorga, juga Dia menyediakan pertolongan untuk kita. Seperti Daud katakan:

Mazmur 23:5  Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 

Tuhan berkata: Marilah, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Aku akan memberikan air hidup kepadamu. 

Kita tidak akan pernah mendapatkan itu semua jika kita tidak melangkah datang mengambilnya. Orang yang percaya dan bertindak untuk datang pada Tuhan, merekalah yang akan menikmati semua itu. Orang-orang yang banyak alasan dan menolak undangan itu tidak akan pernah menikmatinya.

Akhirnya raja itu memerintahkan hamba-hambanya, untuk pergi ke jalan-jalan dan mengundang siapa saja yang mau datang silahkan datang menikmati perjamuan itu. Entah dia orang baik atau orang jahat, raja itu tidak peduli. Yang penting mau. 

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, Tuhan mencari orang yang mau saja untuk datang ke perjamuanNya. Orang seperti itu yang dicari Tuhan. Tuhan tidak peduli latar belakang orang itu, yang penting mau. Janganlah kita merasa tidak layak datang ke hadapan Tuhan, tidak peduli dulu hidup kita berdosa dan kotor, kalau kita mau memenuhi undangan Tuhan, datanglah, sebab pintu kerajaan sorga terbuka terhadap siapa saja yang mau. 

Wahyu 22:17  Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! 

In His Grace

GDS

Comments

Followers