FARISI-5# MEREKA SUKA DIHORMATI KARENA GELAR MEREKA

Matius 23:7  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

Menerima gelar dan suka dihormati karena gelar adalah dua hal yang berbeda.

Tidak ada yang salah dengan gelar yang kita sandang di nama kita. Gelar sangat penting di bidang akademis, dalam dunia profesi, dan dalam meniti karir. Seorang dokter lulusan pendidikan kedokteran harus mencantumkan gelar dr. di depan namanya. Seorang insinyur bisa memasang gelar di depan namanya, bisa juga tidak, tergantung kebutuhan. Seorang dosen, alangkah baiknya jika dia bisa sampai mendapatkan gelar master, doktor dan profesor. Seorang pemimpin jemaat perlu memasang gelar Pdt. di depan namanya untuk kepentingan urusan dengan pemerintah dan pelayanan. Meskipun demikian tidak semua orang yang berhasil di dunia ini memakai gelar akademis, ada banyak pengusaha yang sukses tapi tanpa gelar apapun di depan namanya. Di beberapa negara mencantumkan gelar hanya diperlukan untuk urusan akademik. Di luar itu akan terlihat aneh dan konyol. 

Tuhan Yesus tidak anti gelar. Tuhan Yesus mengritik orang Farisi dan ahli-ahli Taurat karena mereka gila hormat dan ingin dihormati karena gelar mereka. Mereka ingin dipanggil Rabi, Rabi, bukan karena dibutuhkan, tetapi karena mereka gila hormat, ingin di hormati di pasar (di market place) dan ingin semua orang di pasar tahu bahwa mereka Rabi.

Munafik artinya Menipu Diri Sendiri

Orang yang tidak menguasai ilmu tertentu atau tidak menempuh pendidikan tertentu lalu berusaha mengejar gelar dengan segala macam cara dan kecurangan, padahal dia tidak menguasai bidang itu sesuai gelarnya, orang itu sedang menipu dirinya sendiri dan menipu orang lain. Artinya dia berpura-pura menjadi seorang pakar, padahal dia tidak seperti yang orang sangka. Gelar bagi dia hanya supaya dihormati orang.

Berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri kita supaya kita dihormati orang itu termasuk balok kemunafikan yang harus kita singkirkan dari hidup kita. Di dalam gelar kita selalu ada tanggungjawab yang kita pikul.

Bagaimana kalau ada seorang Kristen atau hamba Tuhan menyandang banyak gelar yang tidak sesuai dengan kemampuannya? Itu bukan urusan kita. Itu urusan dunia. Tepatnya dunia akademis. Market atau pasar yang bisa menilai apakah gelar itu pantas disandangnya. Kita tidak perlu jadi hakim menilai mereka. Dunia ini akan menilainya. Jika gelar itu pantas, dunia ini, seperti misalnya kalangan akademisi akan menghormatinya. Perusahaan jika melihat kinerja karyawan yang bergelar doktor atau master sesuai dengan kompetensi nya, mereka akan menghormatinya. Jika tidak sesuai, mereka akan mendegradasinya. Karena itu gunakanlah gelar kita dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan Tuhan, bukan karena gila hormat. Untuk kemuliaan Tuhan maksudnya sebagai bagian pengabdian seorang Kristen bagi dunia pendidikan, dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia profesi, bagi perusahaan dan bagi pelayanan jika memang dibutuhkan.

Jika kita tidak mempunyai gelar atau minim gelar lalu kita menjadi minder, atau iri hati ingatlah bahwa banyak orang yang berhasil di dunia ini tanpa gelar. Dan sebenarnya sikap minder dan sikap iri hati kita itu menunjukkan masih ada ragi Farisi di dalam diri kita yang harus kita enyahkan. 

Mari kita teladani Tuhan Yesus

Saudara ku yang dikasihi Tuhan. Apakah saudara ingin mendapatkan gelar akademis? Lanjutkanlah sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Kalau saudara mampu setinggi-tingginya.

Tetapi ingatlah bahwa untuk dipakai Allah dalam kerajaanNya tidak diperlukan gelar akademis. Yang dibutuhkan adalah kerelaan hati saudara. Tuhan sanggup memakai orang yang biasa-biasa menjadi alat bagi kerajaanNya. Tuhan bisa memakai hidup saudara menjadi berkat bagi Tubuh Kristus. 

Kita tahu Tuhan Yesus memiliki banyak gelar. GelarNya adalah Tuhan, Mesias, Raja segala raja, Tuan segala tuan, dan masih banyak lagi.

Tahukah saudara apa gelar Tuhan Yesus yang diberikan masyarakat Yahudi kepadaNya pada masa itu?

Matius 11:19
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

Tuhan Yesus mengatakan bahwa di dunia ini Dia diberi gelar: Pelahap, Peminum, Sahabat Pemungut Cukai dan Sahabat Orang Berdosa. Itu sebutan orang-orang pada masa itu kepada Tuhan Yesus. Gelar yang buruk konotasinya.

Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya. Artinya perbuatan Tuhan Yesus menunjukkan ada hikmat Allah di dalam DiriNya. 

Jika orang memandang Saudara sebagai orang yang tak berpendidikan, jangan minder. Allah sudah menyediakan bagi saudara sesuatu yang orang-orang pintar di dunia ini tidak miliki yaitu hikmat Allah

1 Korintus 2:7-9

7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.

8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.

9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."  

Hikmat Allah ini akan mengubah hidup saudara dan perilaku Saudara. Ini membuat saudara bisa lebih unggul daripada orang-orang pintar di dunia ini.

1 Korintus 1:26-28

26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.

27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

Rahasia dari mendapatkan hikmat Allah adalah takut akan Tuhan. Dan kunci dari takut akan Tuhan adalah kerendahan hati, membenci kejahatan dan dusta.

Amsal 9:10
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Amsal 8:13  Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. 

Ingatlah Yusuf, karena takut akan Tuhan, Tuhan karuniakan hikmat kepadanya dan dia menjadi penguasa Mesir.

Kejadian 41:38
Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?"

Ingatlah para rasul menjungkirbalikkan dunia meski mereka tidak terpelajar.

Kisah Para Rasul 4:13  Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

Saudara ku yang dikasihi Tuhan, Allah bisa memakai hidup saudara bagi kemuliaanNya meski Saudara tidak punya gelar satupun. Hiduplah penuh Roh Kudus dan takut akan Tuhan setiap hari, maka Bapa di sorga akan mengajari Saudara hikmatNya seperti seorang ayah kepada anak yang dikasihiNya. Tuhan ingin memakai hidup saudara meski pendidikan Saudara tidak memadai.

In His Grace

GDS

Comments

Followers