FARISI-6# MEREKA SUKA DIKULTUSKAN DAN MENGKULTUSKAN
Matius 23:8-10
8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
9 Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Pengkultusan Manusia vs Superioritas Yesus Kristus.
Kalau saudara pergi ke suatu perkumpulan rohani di mana orang-orang dalam kelompok itu sangat mengagungkan pemimpin mereka lebih dari Yesus Kristus, kemungkinan besar telah terjadi pengkultusan manusia di kelompok itu.
Mereka memang berseru kepada Yesus: "Tuhan, Tuhan" dan menyebut Yesus No. 1 dalam penyembahan mereka, tetapi setelah masuk ke sesi kotbah, suasana berubah. Mereka mengelu-elukan si pengkotbah bagaikan bertemu Mesias (Yang Diurapi) maka Saudara harus hati-hati. Selama kotbah si pengkotbah akan menunjukkan bagaimana Tuhan telah memilih Dia dan mengurapi Dia secara ajaib dan spesial dan setiap orang yang percaya kata-katanya akan diberkati dan yang menolak dia akan kena kutuk. Dia telah memposisikan dirinya sebagai utusan khusus Allah di bumi dan sebagai perantara antara Allah dan manusia. Dan jika sang pemimpin ini sudah begitu dikagumi, maka apapun yang dikatakannya akan dipercaya oleh pengikutnya tanpa mereka memeriksa Alkitab mereka apakah benar apa yang dikatakan sang pemimpin. Bagi mereka apa saja akan mereka lakukan dengan taat demi pemimpin mereka. Jika ada orang lain yang menyebut pemimpin mereka sesat maka mereka segera pasang badan membela pemimpin mereka mati-matian.
Saudaraku, kita harus hati-hati kepada pengkultusan manusia, karena jika ini terjadi maka Yesus Kristus tidak lagi superior di tengah jemaat dan di dalam hidup kita.
Satu hal kita bisa kenali dari kondisi ini adalah minim sekali pengenalan mereka akan Allah. Dan pemahaman mereka akan Alkitab sangat dangkal karena mereka malas membaca Alkitab. Mereka buta dengan kebenaran Alkitab karena pemimpin mereka juga buta.
Pengkultusan manusia ini menyimpang dari rencana Allah karena sifatnya memperbudak manusia dalam ketakutan. Jika ada niat untuk mempertanyakan sang pemimpin maka akan segera muncul intimidasi. Mamon, mukjizat, dan pewahyuan baru mendominasi kotbah si pemimpin lebih dari pada perintah Yesus Kristus. Si pemimpin adalah orang yang superior dalam jemaat.
Pengkultusan manusia terjadi pada banyak agama dan banyak aliran sekte agama di seluruh dunia termasuk gereja. Akibat yang ditimbulkannya mulai dari mental illness atau mental disorder, yaitu ketidakwajaran perilaku, perasaan, cara berpikir, dan prasangka. Orang yang non Kristen justru terlihat lebih waras daripada pengikut sekte atau cult Kristen tersebut. Dampak berikutnya yang lebih dalam misalnya doktrin bahwa Yesus akan segera datang kedua kali pada tanggal tertentu sesuai pewahyuan baru yang di dapat dari sang pemimpin yang mereka kultuskan. Setelah tanggal tersebut lewat dan tidak terjadi apa-apa, sang pemimpin biasanya lepas tanggung jawab sementara jemaatnya sudah terlanjur menjual harta miliknya. Ini sudah berulangkali terjadi. Dampak yang lebih mengerikan adalah bunuh diri massal di gereja. Peristiwa ini pernah terjadi di beberapa kelompok Kristen yang mengkultuskan pemimpin mereka:
- Peoples Temple of Disciples of Christ di California, Guyana, dengan pemimpin mereka Jim Jones, melakukan aksi bunuh diri massal dengan meminum sianida yang menewaskan 918 anggotanya termasuk 276 anak-anak pada tahun 1978.
- Movement for the Restoration of the Ten Commandments of God di Uganda dengan pemimpin mereka Mwerindee dan Kibweteere melakukan bunuh diri massal yang menewaskan 778 orang pengikutnya pada tahun 2000.
Ini dampak paling mengerikan dari pengkultusan manusia di dalam gereja.
Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita akan bahaya pengkultusan manusia lewat perkataan kecamanNya terhadap orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.
Farisi-6# Mereka suka dikultuskan dan mengkultuskan
Janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
Rabi pada zaman dahulu adalah gelar seseorang terpelajar yang menguasai hukum agama Yahudi. Yesuspun dipanggil Rabi oleh murid-muridNya. Rabi bisa diartikan sebagai Guru.
Yohanes 1:38
Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
Tuhan Yesus adalah Guru kita. Tetapi Tuhan Yesus Kristus juga memberikan kepada Gereja guru-guru atau pengajar-pengajar untuk memperlengkapi Tubuh Kristus.
Efesus 4:11
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
Apa yang dimaksud Tuhan Yesus jangan kamu mau disebut Rabi atau Guru? Maksudnya jangan kamu mau dikultuskan sebagai Guru sehingga orang-orang yang kamu pimpin menjadi lebih mengagumi kamu daripada Kristus sendiri. Pengkultusan seseorang sebagai guru terjadi ketika sang guru mengajarkan ajaran-ajaran yang disebutnya pewahyuan baru tetapi sang guru itu sendiri tidak mengajarkan ajaran-ajaran Tuhan Yesus mulai dari kotbah di bukit dan semua ajaran Tuhan Yesus di Kitab Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.
Yang disebut ajaran sehat adalah ajaran yang mengacu pada ajaran Tuhan Yesus sebagai dasar dari semua ajaran lainnya.
1 Timotius 6:3
Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat — yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus — dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,
Ketika gereja mulai mengabaikan ajaran-ajaran Kristus, maka meskipun Gereja itu terkenal pengajarannya sangat hebat, tetapi karena ajaran Yesus tidak diajarkan secara konsisten di gereja tersebut maka gereja tersebut berpotensi menghasilkan guru-guru yang membuat Yesus Kristus justru tersingkir dari pusat pengajarannya. Yesus tidak lagi sebagai Batu Penjuru, tetapi sebagai batu yang dibuang tukang-tukang bangunan.
1 Petrus 2:4
Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
Yang terjadi pada jemaat itu adalah mereka akan sangat mengagungkan pemimpin mereka sebagai Sang Guru atau Pengajar yang hebat dan bukan Yesus Kristus.
Saudara bisa mengujinya.
Janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga
Ketika kita melayani orang-orang di gereja kita harus melayani seperti bapa bagi mereka. Mengapa demikian? Karena kita meniru sifat Bapa di sorga yang peduli akan kebutuhan anak-anakNya dan yang mendidik dan mendisiplin anak-anakNya.
Rasul Paulus juga mengatakan:
1 Korintus 4:15
Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
Jemaat Korintus dirintis melalui pemberitaan Injil oleh rasul Paulus. Paulus bergumul dalam doa untuk keselamatan mereka. Dan dia berjerih payah mengajar mereka menjadi murid Kristus. Paulus menyebut dirinya sebagai bapa bagi jemaat Korintus.
Tetapi di lain ayat Paulus juga menyebut kita mempunyai satu Bapa di sorga.
1 Korintus 8:6
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
Jadi apa yang dimaksud Tuhan Yesus jangan kamu mau disebut bapa di bumi ini?
Artinya jangan sampai kita mengganti peran Allah Bapa bagi orang-orang yang kita pimpin. Apa peran Allah sebagai Bapa? Dia mencukupi kebutuhan umatNya. Ketika kita begitu mudah menolong orang dengan uang sehingga orang itu tidak belajar meminta pertolongan kepada Allah maka orang yang ditolong itu tidak mengalami pertumbuhan iman karena dia mengandalkan manusia dan bukan mengandalkan Tuhan. Bisa juga kita membuat jemaat begitu bergantung kepada kita soal keputusan hidup. Dari mulai memilih pakaian sampai memilih jodoh si pemimpin yang menentukan. Maka ini menggantikan peran Bapa di sorga yang ingin menuntun hidup orang itu dalam mengambil keputusan untuk hidup dalam rencana Allah. Ini termasuk pengkultusan manusia.
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Mesias artinya Yang Diurapi sebagai Pemimpin. Apa maksudnya ayat di atas?
Tuhan Yesus memberikan pemimpin-pemimpin kepada kita untuk menggembalakan kita. Yaitu mereka para pemimpin yang mengasihi Tuhan Yesus, yang telah menjadikan Tuhan Yesus superior dalam hidup mereka. Mereka menuntun kita kepada Kristus dan kepada Bapa di sorga untuk taat kepada Allah. Mereka berjaga-jaga atas hidup kita dan mengajarkan kita juga untuk berjaga-jaga terhadap bahaya penyesatan. Kepada pemimpin-pemimpin seperti itu kita harus taat dan tunduk supaya meringankan tugas mereka sebagai gembala.
Ibrani 13:17
Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.
Tetapi Yesuslah Pemimpin Agung kita. Kepada Dia kita memberikan seluruh hidup kita sehingga kita menjadi milik kepunyaanNya. Kita percaya, tunduk dan taat kepadaNya. Ketika manusia mengambil peran Kristus sebagai Mesias atau Pemimpin Agung maka si manusia itu yang menjadi idola jemaat dan bukan lagi Kristus. Jemaat akan menyebutnya Hamba Tuhan Yang Diurapi yang sebenarnya hanya patut diberikan kepada Kristus. Kita hanya menerima pengurapanNya sehingga kita juga diurapiNya jika kita tinggal di dalam Dia.
1 Yohanes 2:20
Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
Biasanya si pemimpin yang dikultuskan sebagai Yang Diurapi ini akan menunjukkan otoritasnya dengan tanda-tanda ajaib dan mukjizat sehingga jemaat yang dipimpinnya takut kepadanya, serta tunduk dan taat kepadanya. Apapun yang dikatakan si pemimpin dipandang jemaat pasti benar, sekalipun apa yang dikatakannya tidak ada di Alkitab. Jemaat yang dipimpinnya akan malas menyelidiki Alkitab secara pribadi. Mereka lebih suka mendengarkan khotbah-kotbah si pemimpin.
Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita bahwa Kerajaan Allah itu kita dapatkan sebenarnya tidak sulit. Cukup kita bertobat dan berbalik kepada Allah, maka kita sudah memasuki gerbang Kerajaan Allah. Tidak perlu kita harus ke sana, harus ke situ, dengan membayar tiket pesawat terbang ke negeri lain atau menyewa kamar hotel dan membayar biaya mahal mengikuti pengajaran hamba Tuhan 'yang diurapi' itu.
Matius 24:23
Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
Kerajaan Allah itu ada di hati Saudara, ada di tengah perkumpulan 2 atau 3 orang yang berkumpul dalam nama Tuhan Yesus. Di mana Kristus hadir, di situlah Kerajaan Allah ada.
Lukas 17:20-21
20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."
Melalui pengajaran rabi atau guru istimewa yang menggantikan posisi Yesus, melalui ketergantungan pada bapa yang istimewa pengganti Bapa di sorga, dan melalui pesona kepemimpinan idola yang menggantikan Mesias, terjadilah pengkultusan manusia.
Baik orang yang dikultuskan maupun yang mengkultuskan akan hidup seperti orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tanpa disadari mereka. Dan mereka akan merasa kelompok mereka lebih benar dari orang lain sama seperti perasaan orang Farisi melihat orang lain di luar kelompoknya.
Itu sebab di mana ada pengkultusan manusia di situ banyak terjadi perpecahan dalam tubuh Kristus.
1 Korintus 1:11-12
11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloƫ tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.
Dan perpecahan ini akan terus berlanjut di dalam sejarah gereja selama terjadi pengkultusan manusia di tengah jemaat tersebut.
Saudaraku, cukup panjang ulasan kita tentang topik ini. Bagaimana sikap kita? Berhati-hatilah terhadap pengkultusan manusia dan jangan terlibat di dalamnya jika Saudara ingin Yesus Kristus yang superior dalam hidup saudara. Kalau saudara berada di tengah jemaat seperti itu, jadilah teladan bagi orang percaya disitu dalam mengikut Tuhan. Nyatakanlah kebenaran jika kita melihat ada hal yang tidak tepat seperti yang Tuhan maksud di dalam Alkitab. Tetaplah menghormati pemimpin Saudara. Tetaplah mengasihi mereka. Dan mulailah mengajarkan ajaran yang sehat yaitu ajaran Tuhan kita Yesus Kristus. Jika Saudara dianggap tidak sepaham, tetaplah mengasihi dan tetaplah mengikut Yesus dengan setia apapun resikonya.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment