
Matius 21:1-6
1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.
3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."
4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi:
5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."
6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka.
Ketika mereka sampai di Betfage di bukit Zaitun, tempat ini terletak antara Yeriko dan Yerusalem, Yesus menyuruh dua orang muridNya, kemungkinan adalah Petrus dan Yohanes (Lukas 22:8):
"Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."
Tuhan Yesus menyuruh kedua muridNya itu pergi ke kampung yang di depan mereka, kemungkinan kampung itu adalah Betania, karena Betania dekat dengan Betfage dan Yerusalem, Tuhan menyuruh mereka melepaskan keledai betina dan anaknya yang tertambat di situ untuk di bawa kepada Yesus. Kita tahu di Betania ada beberapa murid Yesus, dan semua orang di situ sudah tahu siapa Yesus yang telah membangkitkan Lazarus. Kemungkinan pemilik keledai itu adalah murid Yesus juga yang kenal dengan Maria dan Marta. Kitab Injil memang tidak menyebut siapa pemilik keledai itu, tapi sepertinya baik Yesus maupun kedua murid itu yakin si pemilik akan memberikan keledainya.
Selanjutnya Tuhan Yesus berpesan, "jika ada yang menegor, katakan Tuhan (the Lord) memerlukannya."
Kata the Lord menunjuk kepada Yesus sebagai penguasa. Orang Yahudi yang berbahasa Yunani juga menyebut Adonai (YHWH) sebagai the Lord (Kyrios), sebagai tuan yang dihormati dan ditakuti.
Kata tuan bisa berarti tuan rumah atau sapaan kepada kaum bapak, sekedar sapaan. Tetapi juga bisa berarti panggilan hormat seorang hamba yang inferior kepada sang majikan yang superior. Yang terakhir ini bukan sapaan biasa, melainkan diucapkan dengan hormat, takut dan gentar. Kata the Lord, atau Tuan ini juga menunjuk kepada Raja yang harus dihormati dan ditaati.
Semua ini Yesus lakukan untuk menggenapi nubuat nabi Zakaria tentang DiriNya:
Zakharia 9:9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.
Yesus menggenapi nubuat para nabi.
Ketika Yesus masih bayi, Dia tidak menggenapi nubuatan para nabi dengan cara memerintahkan ayah ibunya tetapi Bapa di sorga yang memerintahkan malaikat Gabriel berjumpa ayah ibuNya, Yusuf dan Maria, untuk mengarahkan ayah ibuNya menggenapi nubuat para nabi. Setelah dewasa Yesus sendiri yang menggenapi nubuatan para nabi dengan disengaja menggenapinya.
Saudaraku, hidup ini tidak selalu harus mengalir seperti air begitu saja. Jika kita sudah tahu Firman Tuhan, kita tidak bisa bermalas-malas, seolah-olah firman Tuhan akan terjadi dengan sendirinya dalam hidup kita. Tetapi seperti Kristus yang tahu nubuatan para nabi, Yesus bertindak supaya nubuatan tentang DiriNya terjadi. Begitu juga dengan kita, firman Tuhan tidak akan terjadi dengan sendirinya dalam hidup kita jika kita tidak berinisiatif melakukannya.
Yesus memilih keledai muda, bukan kuda perang sebagai tungganganNya.
Tuhan kita adalah Raja yang lemah lembut. Dia memilih keledai beban muda sebagai tunggangan memasuki kota Yerusalem, bukan kuda perang yang gagah seperti para raja-raja di dunia ini yang dengan bangga menunggangi kuda di depan rakyatnya. Tetapi Raja Yesus tidak begitu. Dia memilih kesederhanaan, bukan kemegahan. Dengan memilih kesederhanaan, Yesus ingin menunjukkan bahwa Dirinya adalah untuk semua orang, bukan hanya kaum elit, kaya dan bangsawan saja tetapi juga untuk orang miskin dan sengsara. Dia datang untuk menyelamatkan orang-orang yang susah dan menderita.
Di hadapan orang-orang, Yesus memang menunjukkan kesederhanaan, tetapi di dalam Roh, Yesus adalah pahlawan perang yang gagah perkasa yang menunggangi kuda putih. Yohanes melihat kemuliaan Yesus itu di Pulau Patmos, dia menuliskannya di kitab Wahyu:
Wahyu 19:11, 14, 16
11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
Perhatikan, meskipun Yesus tampak sederhana sebagai Raja, lemah lembut dan rendah hati, tetapi di dalam Roh, Yesus adalah Raja yang gagah perkasa yang menunggangi kuda putih, yang mengalahkan musuh-musuhNya. Dan semua pasukan sorga mengikutiNya dengan menunggangi kuda putih dan memakai kain lenan. Perhatikan, Yesus saja yang memakai jubah Raja, tetapi para pengikutnya memakai kain lenan, yaitu perbuatan benar orang-orang kudusNya.
Wahyu 19:8
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
Yesuslah Raja, dan kita hamba-hambaNya, pasukanNya yang berperang dengan keperkasaan di dalam Roh.
Begitulah kita murid-murid Yesus, meskipun kita sederhana di depan manusia, sederhana dalam hal ini adalah lemah lembut dan rendah hati, tetapi di dalam Roh, kita adalah pahlawan yang gagah perkasa. Tuhan memberikan kepada kita Roh keperkasaan untuk melawan kuasa-kuasa kegelapan.
Saudaraku, usahakanlah diri saudara selalu penuh Roh Kudus, dengan tekun bersekutu dengan Tuhan melalui berdoa dan membaca Alkitab. Tuhan akan memenuhi saudara dengan Roh KeperkasanNya. Jangan gentar dengan kemegahan manusia. Ingatlah, sama seperti Kristus, meski saudara tampak sederhana di luar, tetapi di dalam Roh saudara mengalahkan dunia ini, mengalahkan dosa, dan mengalahkan Iblis dan penguasa-penguasa kegelapan yang memperbudak semua orang berdosa di dunia ini.
Yesaya 11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment