BERSANDAR PADA BATU PENJURU
Bacaan: Matius 21:33-46
Matius 21:42-44
42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
44 [Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.]"
Tuhan Yesus melanjutkan percakapan dengan para imam dan tua-tua bangsa Yahudi di depan jemaah Israel. Tuhan Yesus ingin menyampaikan bahwa Dia adalah Batu Penjuru yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan.
Tuhan menyampaikan perumpamaan tentang seorang tuan tanah yang membuka usaha kebun anggur. Ini menggambarkan Bapa di sorga yang adalah pengusaha kebun anggur.
Yohanes 15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
Tuan itu membuka kebun anggur, membuat pagar sekelilingnya, membuat lobang pemerasan anggur dan juga menara pengawasnya. Lalu dia menyewakan kebun anggur itu kepada penggarap-penggarsp dengan sistem bagi hasil.
Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambaNya ke para penggarap itu untuk menerima bagiannya. Tetapi para penggarap itu menangkap hamba-hamba itu, melukai mereka, ada yang mereka bunuh dan ada juga yang mereka lempari batu.
Lalu tuan itu menyuruh hamba-hambaNya yang lain datang kembali ke para penggarap itu dengan jumlah lebih banyak. Dan para penggarap itu memperlakukan mereka dengan cara yang sama.
Akhirnya Ia menyuruh anaknya sendiri datang kepada mereka karena dia berpikir tentu anaknya akan mereka segani.
Tapi ternyata tidak, mereka malah menangkap anaknya itu, melemparkannya keluar kebun anggur dan membunuhnya.
Para penggarap itu menggambarkan para pemimpin agama Yahudi yang menggarap umat Tuhan, Israel. Para hamba yang diutus untuk menagih bagi hasil itu adalah para nabi. Para pemimpin agama Yahudi telah diuntungkan oleh ibadah orang Israel tetapi ibadah mereka tidak menghasilkan buah bagi Allah, melainkan buah yang diambil bagi keuntungan para pemimpin agama Yahudi. Ketika para nabi datang menuntut buah Kerajaan bagi Allah para pemimpin agama ini tidak mau. Itu sebab mereka menganiaya dan membunuh para nabi. Bahkan Bapa di sorga telah mengutus AnakNya Yesus Kristus untuk menuntut buah yang menjadi bagian Allah. Para pemimpin agama ini malah menangkap Yesus dan membunuh Dia. Mereka membuang Yesus dari ibadah bangsa Israel.
Lalu Tuhan Yesus mengutip apa yang tertulis dalam kitab suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi Batu Penjuru.
Yesus, Batu Yang Dibuang oleh Tukang-tukang Bangunan.
Para pemimpin agama Yahudi telah membuang Yesus dari sistem keagamaan mereka karena Yesus tidak cocok dimasukkan dalam sistem agamawi mereka. Tradisi manusia, mengejar pujian manusia, mengisap keuntungan dari ibadah sehingga orang miskin sulit beribadah dan banyak lagi hal yang ditentang Yesus, tidak cocok dengan sistem agama Yahudi. Terlebih lagi Yesus sangat menentang kemunafikan orang-orang Farisi dan ahli Taurat itu sebab mereka tersinggung dan akhirnya mereka membunuh Yesus Kristus.
Yesus Kristus telah menjadi batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, dan mereka adalah para pemimpin agama Yahudi yang telah membunuh Yesus.
Kisah Para Rasul 4:11
Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri —, namun ia telah menjadi batu penjuru.
Yesus, Batu Penjuru
Setelah Yesus dibuang dengan cara disalibkan, maka pihak Allah justru membuat Dia menjadi jalan keselamatan bagi umat manusia. Bapa membangkitkan PuteraNya Yesus Kristus dari antara orang mati dan menjadikan Yesus Kristus sebagai pokok keselamatan bagi semua orang yang taat kepadaNya.
Ibrani 5:9
dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
Tuhan Yesus yang dibuang oleh para pemimpin agama Yahudi, oleh Allah telah dijadikan Batu Penjuru yang menopang seluruh sistem keselamatan di dalam Kerajaan Allah. Yesus yang menurut pemimpin agama Yahudi tidak bernilai tapi bagi kita yang diselamatkan Dia sangat mahal.
1 Petrus 2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
Yesus, Batu Yang Hidup
Yesus adalah Batu Penjuru yang Hidup. Ketika hidup kita bertumpu kepadaNya, kita yang tadinya adalah batu-batu yang mati dan tidak berharga, dihidupkan oleh Yesus Kristus sang Batu Hidup, dan bukan itu saja, Dia juga membentuk hidup kita supaya kita bisa dipasang pada Rumah Rohani yaitu Rumah Allah.
1 Petrus 2:4-5
4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Barangsiapa yang percaya kepada Batu Penjuru itu tidak akan dipermalukan.
Ini adalah janji Tuhan bagi setiap orang yang percaya kepada Batu Penjuru Kristus. Percaya artinya bersandar. Jika hidup kita bersandar di atas Kristus sebagai Batu Penjuru kita, kita akan menang. Kita tidak akan jatuh lagi ke dalam dosa karena Yesus menopang kita dengan kasih karuniaNya. Jika kita hidup dalam kasih karunia Tuhan, Tuhan Yesus akan menjadi Pembela kita. Iblispun tidak bisa mendakwa kita. Kita tidak usah takut lagi penghakiman manusia.
Roma 8:33-34
33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Tetapi jika kita tidak bersandar pada Kristus, tetapi bersandar pada kekuatan kita sendiri maka kita akan mudah jatuh lagi ke dalam dosa. Dan Tuhan tidak mungkin membela kita karena kita tidak menjadikan Dia Batu Penjuru kita.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, jadikanlah Tuhan Yesus Batu Penjuru dalam hidup saudara maka saudara tidak akan dipermalukan. Bisa saja kita masih mengalami kegagalan, tetapi lambat laun kita akan mengalami banyak kemenangan dalam hidup kita. Orang yang menang tidak akan malu. Orang yang kalah saja yang bisa malu.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment