DOA YANG MENGHASILKAN MUKJIZAT
Matius 21:20-22
20 Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: "Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?"
21 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.
22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus ingin memberikan pelajaran kepada murid-murid yang telah mengikuti Dia tiga tahun lamanya. Dan ini adalah minggu-minggu terakhir sebelum Guru mereka disalibkan. Yesus tahu bahwa jalan yang akan ditempuh murid-muridNya bukan jalan yang mudah melainkan jalan yang sukar yang akan menghadapi perlawanan atau konfrontasi dari banyak orang, mereka akan mengalami kesesakan dan aniaya karena namaNya. Dan bukan itu saja, Tuhan Yesus juga sudah memprediksi bahaya penyesatan yang akan muncul di akhir zaman yang akan membingungkan banyak anak-anak Allah sehingga Iblis berpotensi menyimpangkan orang-orang pilihanNya. Itu sebab itu dalam kesempatan di jalan menuju Yerusalem, Yesus mengajarkan hal yang penting tentang berbuah dan mukjizat.
Berbuah dan mukjizat adalah dua topik penting hari-hari ini. Tuhan masih membuat mukjizat sampai Tuhan datang kembali di akhir zaman. Tuhan menyediakan mukjizat. Tetapi Tuhan menuntut buah. Tuhan mencari buah dalam hidup kita, bukan mukjizat. Akan ada pengajaran sesat di akhir zaman yang akan membalikkan semua itu dengan tidak menuntut orang berbuah, tetapi membuat standard kerohanian berdasarkan mukjizat. Padahal penghakiman Allah kelak adalah berdasarkan pada buah yang kita hasilkan, bukan pada mukjizat yang kita buat. Jika saudara belum pernah mengalami mukjizat, jangan biarkan diri saudara dihakimi siapapun, karena mukjizat yang terbesar dalam hidup seseorang adalah ketika Tuhan Yesus Kristus memerdekakan dia dari semua ikatan perbudakan dosa dalam hidupnya.
Saudaraku, camkanlah ayat ini, demi dirimu kelak di hadapan Kristus. Jangan sampai saudara terkejut dengan apa yang terjadi.
Matius 7:21-23
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Takutlah akan Tuhan, gentarlah akan firmanNya. Jangan anggap enteng apa yang Yesus katakan.
Mukjizat Tuhan Yesus masih berlangsung sekarang ini. Tuhan menyuruh kita memberitakan Injil kepada segala makhluk dan menjadikan segala bangsa murid Tuhan. Dan Tuhan memperlengkapi kita dengan tanda-tanda ajaib dan mukjizat untuk mengerjakan tugas Amanat Agung ini.
Markus 16:17-18, 20
17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Inilah doa dari jemaat mula-mula:
Kisah Para Rasul 4:30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."
Itu sebab para rasul, dengan kuasa Roh Kudus, menyembuhkan orang sakit lumpuh di pintu gerbang bait Allah, bayang-bayang Petrus menyembuhkan orang sakit, bahkan sapu tangan Paulus pun juga menyembuhkan orang. Tuhanlah yang sebenarnya menyembuhkan, bukan bayang-bayang itu, bukan sapu tangan itu. Itu hanya alat yang saat itu berada pada orang, waktu, tempat dan misi yang tepat yaitu untuk meneguhkan pemberitaan Injil yang diberitakan para rasul. Di luar kondisi itu, bayang-bayang dan sapu tangan itu tidak akan bekerja. Tuhan tidak bisa kita atur seolah-olah kita tuan, Dia hamba. Kitalah hambaNya.
Murid-murid bertanya kepada Tuhan Yesus: mengapa pohon ara itu sekonyong-konyong kering dan mati? Di dalam kitab Markus Tuhan Yesus ada berkata:
Markus 11:22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!
Di dalam bahasa Inggris (KJV) tertulis:
Mark 11:22 And Jesus answering saith unto them, Have faith in God.
Have Faith in God, milikilah iman di dalam Allah. Artinya mukjizat yang kita buat harus terjadi dari iman yang muncul melalui persekutuan dengan Allah, yaitu melalui doa atau percakapan dengan Allah. Allah yang melakukan mukjizat, bukan kita, karena kita bukan Tuhan.
Sesudah iman dari Allah diberikan pada seseorang, barulah seseorang bisa berkata-kata seperti Kristus berkata-kata kepada pohon ara itu, bahkan secara hiperbola, Tuhan menyebut berkata kepada gunung untuk tercampak ke laut, maka itu akan terjadi.
21 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.
Lihatlah apa yang dilakukan para nabi di Perjanjian Lama ketika mereka membuat mukjizat-mujizat besar yang sebagian besar terjadi ketika mereka menghadapi konfrontasi dengan bangsa Israel. Mereka bercakap dulu dengan Allah, berdoa, berseru, dan mendengar Tuhan berbicara sebelum mereka berkata-kata dan Tuhan meneguhkan dengan mukjizat. Mari kita simak beberapa peristiwa mukjizat besar di Perjanjian Lama yang selalu melibatkan doa:
Tuhan berbicara kepada Musa, maka turunlah roti dari langit, yaitu Manna.
Keluaran 16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.
Samuel berseru kepada Tuhan, maka tiba-tiba Tuhan memberikan guruh dan hujan.
1 Samuel 12:18 Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel.
Elia berdoa, maka turunlah api dari langit menyambar korban itu di hadapan orang Israel.
1 Raja-raja 18:37-38
37 Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."
38 Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.
Yesaya berdoa, maka Tuhan membuat bayang-bayang jam matahari buatan Ahas mundur sepuluh tapak.
2 Raja-raja 20:11 Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.
Yosua berdoa kepada Tuhan maka matahari berhenti di atas Gibeon.
Yosua 10:12 Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
Itu sebab Tuhan Yesus menambahkan di ayat 22:
Matius 21:22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
Iman yang sejati selalu muncul melalui doa dan pembacaan firman. Ketika kita mengerjakan Amanat Agung, kita akan melihat banyak orang yang perlu didoakan, dan kita perlu berdoa kepada Tuhan sampai Tuhan berbicara melalui firmanNya, itulah iman dari Allah.
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Inilah yang dimaksud Yesus: Have Faith in God.
Ketika seseorang mencoba mempraktekkan ini di luar iman, artinya Tuhan Yesus tidak pernah berkata-kata atau berfirman kepada dirinya untuk menuntun dia melakukan suatu mukjizat, maka orang tersebut tanpa disadarinya sudah menyimpang dari Allah dan menjelma menjadi "allah-allah kecil".
Konsep "allah-allah kecil" ini datang akibat mencoba membuat mukjizat tanpa iman dari Allah dan tanpa firman Kristus. Dia bertindak di luar Allah.
Mereka mengutip ayat ini sehingga menyangka diri mereka adalah allah:
Mazmur 82:6 Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. —
Mereka lupa mengutip ayat berikutnya persis di Mazmur pasal yang sama yang mengatakan bahwa mereka sebenarnya manusia yang akan mati:
Mazmur 82:7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas."
Allah adalah Allah. Kita adalah manusia. Ketika seseorang bertindak di luar Allah dan memposisikan dirinya sebagai allah kecil, mereka berpotensi disesatkan dan menjadi penyesat. Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita akan muncul para penyesat yang akan mengklaim diri mereka Mesias.
Matius 24:4-5
4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Mengapa orang ini mengklaim dirinya Mesias? Karena dia sudah membiasakan dirinya menjadi "allah kecil". Dia sudah terbiasa "playing god".
Saudaraku yang kukasihi dalam Tuhan Yesus, tetaplah berada di dalam Allah, taat kepada kehendak Bapa, hidup untuk memuliakan Dia saja. Tidak perlu kita menghakimi orang lain. Tuhan mencari buah dalam hidup saudara, tetapi Dia juga bisa membuat mukjizat ketika kita membutuhkannya untuk menghasilkan buah bagi Dia. Percayalah, mukjizat masih ada. Berdoalah, sampai Dia memberikan iman untuk itu, terimalah, lalu berkatalah, dan bertindaklah.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment