INGATLAH SELALU, TUHAN MENCARI BUAH

Matius 21:18-19

18 Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. 

19 Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. 

Setelah bermalam di Betania, Yesus dan murid-muridNya bangun pagi-pagi benar untuk berangkat kembali ke kota Yerusalem untuk melanjutkan Restorasi Yerusalem dan Konfrontasi dengan cara mengajar jemaat melalui kotbah dan percakapan yang nantinya akan berakhir dengan siksaan dan penyaliban terhadap Kristus..

Sebenarnya dalam peristiwa ini Tuhan Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya dua pelajaran sekaligus, tetapi kita akan memisahkan renungannya. Pelajaran yang diberikan Yesus yaitu:

1. Tuhan Mencari Buah

2. Berdoalah dengan iman, maka mukjizat terjadi.

Ketika Yesus dan murid-muridNya berjalan menuju kota Yerusalem, Yesus merasa lapar, dan di pinggir jalan Dia menemukan sebuah pohon ara, lalu Yesus mencari buahnya untuk dimakan. Sayang sekali di pohon itu tidak ditemukan satupun buah, karena memang waktu itu belum musim buah ara (Markus 11:13).

Yesus ketika melihat pohon ara itu tidak berbuah, dan Yesus juga tahu itu bukan musim buah ara, Yesus tidak mau melewatkan kesempatan itu untuk mengajar murid-muridNya. Lalu Dia berkata kepada pohon ara itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!"

Dan seketika keringlah pohon ara itu. (Markus 11:21).

Banyak yang membaca perikop ini hanya menyimpulkan Yesus sedang mengajar tentang doa saja. Padahal Tuhan Yesus juga secara kiasan sedang mengajar murid-muridNya pentingnya buah dalam kehidupan rohani kita jika kita pernah membaca semua ajaran Yesus tentang pentingnya buah.

Berdoa untuk mukjizat tapi hidup tidak berbuah akan menghasilkan konsekuensi yang tragis. Dan banyak orang mengabaikan ini. 

Itu sebab Tuhan Yesus mengajarkan keseimbangan antara berbuah dan mengalami mukjizat. Dan yang paling didahulukan adalah berbuah, karena inilah yang memiliki konsekuensi tragis dan mengancam jiwa kita. Jangan bersikap bodoh soal jiwa kita di masa sekarang dan di masa kekekalan. 

Yesus, Tuhan kita berkali-kali mengajarkan kepada kita bahwa Dia mencari buah dari hidup kita. Mari kita telusuri Alkitab kita.

Pelajaran tentang nabi-nabi palsu.

Matius 7:19-20

19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dan tragedi itu akan terjadi ketika Tuhan Yesus datang kedua kali ke bumi untuk menghakimi:

Matius 7:22-23

22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Saudaraku, tidakkah ini sesuatu yang tragis dan mengejutkan? Nabi-nabi palsu adalah orang-orang yang hanya mengajarkan jemaat bagaimana mengalami mukjizat, tetapi mereka sama sekali tidak mengajarkan jemaat untuk berbuah. Kenapa si pengkhotbah tidak mengajarkannya? Karena menurut dia itu tidak penting. Itu menunjukkan bahwa si pengkhotbah sebenarnya tidak mengenal Yesus dan tidak dikenal Yesus. Itu sebabnya si pengkhotbah masih menyembunyikan kejahatan dalam hidupnya yang akan dibongkar Tuhan Yesus suatu saat nanti. Jangan kita menunjuk kepada siapapun ketika menyadari hal ini, tetapi mari kita periksa diri kita sendiri, apakah diri kita yang dimaksud Yesus. Mulailah pertobatan dari diri kita sendiri bukan dari orang lain. 

Bapa di sorga menghendaki buah.

Yohanes 15:1-2

1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Dari perumpamaan Yesus pokok anggur ini jelas bahwa setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong oleh Bapa. Yang berbuah meski baru satu buah saja, akan dipeliharanya dan dibersihkannya supaya lebih banyak berbuah.

Kekeringan Rohani (Spiritual Dryness)

Kekeringan Rohani, atau biasa disebut orang-orang pengalaman Padang gurun bukanlah kehendak Allah. Jangan saudara sampai terjebak dengan jargon-jargon yang tidak Alkitabiah. Pengalaman orang Israel 40 tahun di Padang gurun sebenarnya bukanlah kehendak Allah, tetapi justru karena ketidakpercayaan bangsa Israel kepada Allah. 

Ibrani 3:17, 19

17 Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun?

19 Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka. 

Tujuan Allah membuat mereka lama di Padang gurun adalah supaya orang Israel yang sudah sepuluh kali mencobai Tuhan mati di Padang gurun:

Bilangan 14:22-23

22 Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku,

23 pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya.

Mari kita kembali kepada persoalan kekeringan Rohani. Daud sering mengalami kehausan akan Allah. Haus akan Allah bukanlah kekeringan rohani. Orang yang haus itu normal karena manusia butuh minum. Semua orang yang selalu haus akan Allah tidak akan pernah mengalami kekeringan rohani, karena mereka selalu datang kepada Allah untuk minum. 

Mazmur 63:2 Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. 

Haus akan Allah itu normal. Tetapi kekeringan rohani itu tidak normal, karena orang yang kekeringan rohani itu tinggal di Padang gurun, bukan tinggal dekat di mana ada sumber mata air, yaitu Allah. Manusia normal selalu membangun tempat tinggal dekat di mana air mudah di dapat, bukan di Padang gurun.

Mengapa orang mengalami kekeringan rohani? Karena orang itu mengabaikan prinsip rohani yaitu Tuhan Mencari Buah. Orang itu lebih suka mengejar mukjizat atau sesuatu yang spektakuler, dan menganggap itulah yang rohani, padahal bukan. Apakah mukjizat salah? TIDAK. Tuhan akan membuat mukjizat bagi umat Nya dengan menjawab doa-doa mereka. Di saat tidak ada lagi pertolongan, Tuhan akan menolong kita dengan mukjizatNya. Tetapi yang Tuhan cari dari hidup kita bukan mukjizat melainkan buah 

Perhatikan apa kata Tuhan Yesus:

Yohanes 15:6-7

6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Pohon ara itu menjadi kering, ranting anggur itu menjadi kering. Inilah yang dimaksud dengan kekeringan rohani. Perhatikan bahwa yang mengumpulkan ranting kering untuk dibakar bukanlah Tuhan tetapi orang atau manusia. Artinya ini terjadi di bumi. Api berbicara soal penghakiman. Orang-orang dunia ini akan menghakimi orang-orang Kristen yang tidak berbuah, baik penghakiman secara sosial maupun secara hukum negara.

Ini sama halnya dengan perumpamaan garam yang menjadi tawar. 

Matius 5:13  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Yang membuang dan menginjak garam itu bukan Tuhan, tetapi orang, manusia. Sama artinya, bahwa orang Kristen yang tidak berfungsi sebagai garam dunia akan dihakimi manusia ketika dia hidup di tengah masyarakat. 

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, jika saudara ingin hidup berbuah, tinggallah dekat dengan sumber air yaitu Allah. Jika saudara kekeringan rohani itu menunjukkan saudara lebih mengutamakan mukjizat daripada berbuah. Bukan berarti mukjizat itu tidak perlu, jangan salah paham, tetapi karena buah itu jauh lebih penting. Peganglah prinsip ini: Tuhan mencari buah. 

Jika saudara rindu selalu berbuah bagi Allah, saudara tidak akan pernah lagi mengalami kekeringan rohani.

Yohanes 4:14  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

In His Grace

GDS


Comments

Followers