FARISI-2# MEREKA MENYEBABKAN ORANG-ORANG YANG DIPIMPINNYA BERBEBAN BERAT
Matius 23:4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Kita sampai pada ciri-ciri orang Farisi yang kedua yaitu mereka menyebabkan orang-orang yang dipimpinnya berbeban berat.
Bagaimana caranya mereka meletakkan beban-beban berat itu di atas bahu orang-orang yang dipimpinnya? Lewat pengajaran mereka, lewat kotbah mereka, lewat peraturan dan tradisi manusia yang mereka buat, lewat standard yang mereka buat dan lewat penghakiman yang mereka buat.
Mengapa mereka melakukan hal itu? Supaya mereka tetap superior dan tetap duduk di kursi Musa.
Ketika kita bicara soal orang Farisi, jangan membayangkan orang lain atau pemimpin kita dalam pikiran kita tapi pandanglah diri kita baiklah kita bertanya kepada diri kita sendiri apakah sifat Farisi ini ada pada diri saya? Kalau ada, berbaliklah pada Tuhan Yesus, bertobatlah, jadikan Yesus Kristus yang superior dalam hidup kita dan juga di tengah jemaat, bukan diri kita.
Rasul Petrus berkata:
1 Petrus 4:17
Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
Jika Allah menghakimi umatNya maka yang pertama-tama dihakimi adalah para pemimpin gereja, bukan jemaat.
Lukas 12:47-48
47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
Yakobus 3:1
Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
Karena itu jika saya adalah pemimpin dalam gereja saya harus lebih takut dan gentar kepada Firman Allah termasuk kepada apa yang Tuhan Yesus ajarkan tentang ciri-ciri orang Farisi ini.
Sejak semula Allah menciptakan manusia untuk merdeka dalam mengasihi Dia tanpa paksaan. Dia menghormati kehendak bebas manusia. Peganglah prinsip ini bahwa Allah tidak pernah memaksa dan juga tidak pernah menghalangi manusia. Kalaupun Dia mengijinkan manusia bertindak bukan berarti Dia pasti setuju.
Dosa membuat manusia berbeban berat, manusia merasa malu, tertuduh dan hidup dalam ketakutan. Kekuatiran, ketakutan, kekosongan dan kehampaan hidup juga menjadi beban berat manusia. Kehancuran rumah tangga dan ketidakpastian masa depan juga menjadi beban berat manusia. Tradisi-tradisi manusia yang kita wariskan dari nenek moyang kita juga bisa menjadi beban berat jika kita memberi diri kita diperhambanya. Standard-standard dunia ini yaitu status sosial juga bisa menjadi beban berat. Hidup karena apa kata orang juga merupakan beban berat yang menindih manusia.
Dosa adalah perbudakan. Manusia yang seharusnya hidup merdeka saat ini justru diperbudak dosa. Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia dari kondisi ini, untuk melepaskan kita pertama-tama dari perbudakan dosa, baru kemudian dari beban-beban berat yang lain.
Itu sebab Tuhan Yesus berkata:
Matius 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mari kita contoh Tuhan kita Yesus Kristus, Dia mengundang setiap orang untuk datang menyerahkan beban-beban berat mereka kepadaNya. Tugas kita sebagai pemimpin adalah menuntun setiap orang datang kepada Kristus untuk mendapatkan kelegaan dan kemerdekaan dari Tuhan Yesus Kristus.
Lalu Yesus berkata:
Matius 11:29-30
29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
Perhatikan bahwa Tuhan juga memberikan kuk yang enak dan beban yang ringan kepada kita. Jadi jika Tuhan melepaskan kita dari beban-beban berat bukan berarti Tuhan melepaskan kita dari segala tanggung jawab. Dia tetap memberikan kita perintah, tapi perintah-perintahnya itu tidak berat tetapi enak dan ringan.
Perintah-perintah Tuhan menjadi berat pertama karena kita tidak mengerti apa maksud perintah itu. Yang kedua karena kita mengandalkan kekuatan kita sendiri menjalankannya. Yang ketiga karena penerapan praktisnya atau penerapan lahiriahnya dilegalkan menjadi hukum yang memaksa.
Contoh: Orang-orang Farisi pantang tidak mencuci tangan sebelum makan.
Imamat 15:11
Dan setiap orang yang kena pada orang yang demikian, sedang orang ini tidak mencuci tangan dahulu dengan air, haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
Lukas 11:38
Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
Jadi soal mencuci tangan ini soal lahiriah, terapi mereka melegalkannya menjadi sebuah hukum. Orang yang taat mencuci tangan sebelum makan itu disebut mereka orang suci, yang tidak mencuci tangan sebelum makan itu orang najis. Sikap melegalisasi hal-hal lahiriah seperti ini disebut legalistik dan dijadikan mereka sebagai hukum atau aturan beribadah. Ada banyak perangkat perintah-perintah buatan manusia yang dibuat oleh orang Farisi untuk menuruti Taurat secara lahiriah yang dipaksakan mereka kepada orang banyak. Untuk perintah-perintah yang ringan seperti mencuci tangan mereka tetap lakukan. Tetapi soal menolong sesama pada hari Sabat mereka tidak mau melakukannya demi agama mereka. Itu sebabnya mereka sangat legalistik.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, mari kita ikut Yesus dalam hal ini. Tuhan Yesus mengutamakan belas kasihan dan bukan persembahan.
Matius 9:13
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Apa yang saudara utamakan? Persembahan atau belaskasihan?
Jika kita tekun berdoa dan bersekutu dengan Tuhan Yesus kita akan paham apa itu belaskasihan. Dan jika kita berbelaskasihan kepada orang banyak maka kita ingin melepaskan orang-orang dari beban-beban berat yang menindas hidup mereka. Pemberitaan Firman yang kita sampaikan bertujuan untuk menuntun orang-orang pada kemerdekaan di dalam Kristus. Kita berusaha supaya orang lain tidak lagi hidup dalam ketakutan, dalam ketidakpercayaan, dalam kegagalan, dan dalam kekuatiran.
Orang Farisi memaksa orang, kita tidak memaksa tapi mendoakan, mengajak dan mengundang. Orang Farisi membenci musuhnya, kita mengasihi musuh kita. Orang Farisi mengancam dan mengutuk orang yang tidak mentaati mereka, kita sabar dan mendoakan berkat untuk orang yang menentang kita. Orang Farisi memberitakan Firman Tuhan yang membuat orang takut, kita memberitakan Firman Tuhan dan memerdekakan orang-orang dari ketakutan dan meski demikian kita tetap mengajar orang untuk takut akan Tuhan.
Yesaya 40:1-2
1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment