Matius 20:1 "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
Matius 20:11-16
11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
Bacaan: Matius 20:1-16
Menarik sekali mempelajari Injil Matius ini. Jika kita mengerti apa yang diajarkan Tuhan Yesus maka kita melihat Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya secara berurutan, sambung menyambung.
Kalau kita tidak mengerti pelajaran sebelumnya kita sering jadi sulit memahami pelajaran berikutnya.
Mari kita lanjutkan pelajaran Kristus ini.
Adapun hal Kerajaan Sorga. Frase ini bukan menunjuk kepada Kerajaan Israel tetapi kepada Kerajaan Sorga. Seandainya itu menunjuk Kerajaan Israel, maka Alkitab akan memberitahunya. Kerajaan Sorga adalah seperti yang ada dalam doa Bapa Kami yang kita sering ucapkan:
Matius 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Dalam doa Bapa Kami jelas kita lihat bahwa Kerajaan Allah itu dari sorga datang ke bumi sehingga apa yang dikehendaki Allah di sorga, itu terjadi di bumi. Dan itu melalui kita, di dalam kita.
Lukas 17:20-21
20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."
Jadi jelas Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Peganglah perkataan Tuhan Yesus ini supaya saudara tidak tersesat. Frase ada di antara kamu di dalam beberapa Alkitab versi bahasa Inggris disebut di dalam kamu, di tengah kamu. Jadi kita tidak usah jauh-jauh mencari Kerajaan Allah. Itu tidak ada di mana-mana tempat apapun yang kata orang spesial di sini atau di sana atau di situ. Kerajaan Allah itu ada di dalam diri saudara. Saudara bisa menemukannya jika saudara bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Apa yang ada di dalam Kerajaan Allah? Yaitu ini:
Roma 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Ketiga hal ini adalah bukti bahwa Kerajaan Allah ada dalam diri saudara. Kalau saudara mendapat pelajaran tentang Kerajaan Allah begitu rumit dan sangat canggih, saudara harus berhati-hati, karena sebenarnya semakin kita mengerti Kerajaan Allah semua jadi sederhana, bukan rumit. Saudara harus memeriksa Alkitab saudara untuk memeriksa ajaran itu. Manusialah yang merumitkan pengajaran tentang Kerajaan Allah.
Mari kita masuk ke soal perumpamaan pekerja kebun anggur yang kita baca di atas.
Perumpamaan ini adalah lanjutan tentang pelajaran dari anak muda yang kaya yang tidak mau melepaskan hartanya, lalu dilanjutkan soal Petrus yang telah melepaskan segala sesuatu untuk mengikut Yesus. Lalu kita sudah mencoba menggambarkannya seperti lari maraton.
Di dalam lari maraton peserta lomba bisa sangat banyak. Peserta maraton bisa mencapai 10.000 orang bahkan bisa jauh lebih banyak. Bayangkan satu stadion penuh penonton bisa semua jadi peserta maraton. Garis start tidak mutlak lagi. Ada yang memulai start lari di baris depan. Ada yang memulai di baris belakang. Tetapi itu tidak menjadi soal, karena siapa paling depan tidak menjamin orang itu sampai di garis finish. Dalam perlombaan lari maraton ini, bisa terjadi, yang start di depan bisa menjadi terbelakang, yang start di belakang bisa menjadi terdahulu. Peganglah prinsip ini. Yang mendapat hadiah bukan hanya mereka yang juara 123, tetapi setiap peserta yang mencapai garis finish akan mendapat hadiah yang biasanya mendapat kaos bertuliskan "the finisher" yaitu orang-orang yang mencapai garis akhir. Itu suatu kebanggaan. Tetapi dalam Kerajaan Sorga semua yang mencapai garis finish mendapat upah yang sama yaitu mahkota kehidupan.
Di dalam perumpamaan pekerja kebun anggur ini Tuhan Yesus kembali menyebutkan prinsip yang sama:
Matius 20:16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
Perumpamaan ini dimulai di mana pada suatu hari seorang tuan merekrut para pekerja untuk kebun anggurnya. Lalu sang tuan pagi-pagi benar keluar rumahnya dan menemui para pengangguran dan menawarkan pekerjaan. Jadilah mereka bekerja padanya dengan kesepakatan upah 1 dinar per hari.
Lalu tuan itu merekrut kembali pekerja dengan cara yang sama yaitu pada jam 9 pagi, 12 siang, jam 3 sore dan jam 5 sore dimana waktu bekerja tinggal 1 jam lagi.
Dan pada saat pembayaran upah ketika hari mulai malam, tuan itu mulai membayar upah. Dia menyuruh mandornya memanggil mulai dari yang masuk kerja terakhir jam 5 sore. Sesudah dibayar satu dinar para pekerja yang datang terakhir itu justru lebih duluan pulang dan beristirahat dengan gembira. Yang masuk terdahulu harus bercapek-capek antri dahulu. Dan mereka sangka mereka akan mendapatkan lebih dari satu dinar. Tapi ternyata tetap satu dinar sama dengan yang terakhir masuk kerja, yang sudah pulang istirahat duluan. Lalu mereka yang masuk duluan ini protes dan merasa diperlakukan tidak adil.
Lalu tuan itu berkata:
15 "Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?"
Kebun anggur, itu adalah gambaran dari Gereja. Yesus adalah pokok anggur dan kitalah ranting-rantingnya. Bapa di sorga adalah tuan yang empunya kebun anggur atau pengusaha kebun anggur.
Orang-orang pengangguran, ialah orang-orang yang belum memberikan diri melayani Tuhan di kebun anggurNya yaitu di dalam Gereja. Tuhan selalu mencari orang-orang pengangguran di gereja dan bertanya: "Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Mengapa kamu menganggur saja di gereja sepanjang tahun?" Tuhan tidak ingin ada pengangguran di gereja. Semua jemaat semestinya melayani dia sesuai kemampuan mereka.
Upah satu dinar adalah upah dari Tuhan kalau kita melayani Dia. Setiap pekerja patut mendapat upahnya. (Matius 10:10)
Tetapi seringkali kita melihat ada perbedaan di antara para pekerja atau pengerja di tengah jemaat. Yang satu mengalami sukacita, kemenangan dan kebahagiaan melayani Tuhan. Yang lainnya merasa biasa-biasa saja, stagnasi dan mengalami kejenuhan dan kebosanan dalam melayani Tuhan. Mengapa seolah-olah Tuhan memperlakukan mereka berbeda? Apakah Tuhan tidak adil?
Kuncinya adalah Kemurahan Tuhan dan Cara Pandang Terhadap Waktu.
Pertama, Kemurahan Tuhan. Tuhan kita murah hati. Kemurahan Tuhan berbeda dengan kasih karunia Tuhan.
Kasih Karunia Tuhan artinya kita mendapatkan dari Tuhan sesuatu yang sebenarnya kita tidak layak menerimanya. Contohnya adalah keselamatan dan pengampunan dosa.
Kemurahan Tuhan artinya Tuhan memberikan bonus, nilai lebih, kepada orang-orang tertentu menurut kerelaan Tuhan. Suka-suka Tuhan. Tak seorangpun bisa menggugat.
Mengapa orang-orang tertentu itu mendapatkan Kemurahan Tuhan? Karena mereka hidup demi Kemurahan Tuhan. Seperti apa hidup demi Kemurahan Tuhan itu? Seperti ini:
Roma 12:1-2
1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Kunci hidup dalam Kemurahan Tuhan adalah mengutamakan persembahan tubuh yang kudus terlebih dahulu sebelum persembahan lain apapun itu. Orang ini mengejar kekudusan. Kekudusan yang dimaksud bukanlah kekudusan versi orang Farisi, melainkan kekudusan versi Yesus Kristus, yaitu kekudusan yang penuh kasih dan belas kasihan. Dan orang-orang ini hidup menurut kehendak Allah yaitu firman-Nya, bukan mengikuti cara berpikir dunia ini.
Kedua, Cara Pandang Terhadap Waktu. Waktu itu relatif. Para pekerja yang direkrut terakhir pada jam 5 sore hanya bekerja 1 jam. Tentu kinerja mereka akan berbeda dengan mereka yang bekerja 12 jam itu.
Berikanlah proyek yang sama kepada dua kelompok karyawan dengan target yang sama. Kelompok yang satu diberikan waktu kerja satu bulan. Kelompok yang lain diberikan waktu kerja satu minggu. Maka kita akan melihat mereka yang bekerja dalam waktu satu minggu akan bekerja lebih giat daripada yang diberikan waktu kerja satu bulan.
Mengapa yang diberi waktu bekerja satu minggu lebih giat? Karena menurut mereka waktu ini begitu singkat.
Mereka yang memandang hidup ini begitu singkat akan menggunakan waktu-waktu yang ada untuk melayani Tuhan sesuai kehendak Tuhan. Mereka akan fokus. Seluruh hari-hari mereka harus efektif untuk mengejar panggilan Tuhan. Itu sebab mereka yang bekerja hanya satu jam itu menjadi yang terdahulu.
Mereka yang memandang hidup ini masih panjang, mereka akan melayani Tuhan dengan lebih santai. Itu sebab mereka mengalami stagnasi, melempem, lamban, tidak berinisiatif, dan sulit bergerak. Itu sebab mereka yang bekerja dengan waktu yang panjang itu menjadi orang-orang yang terakhir.
Saudaraku, waktu ini begitu singkat. Kita tidak tahu kapan hidup kita akan berakhir. Apakah saudara seorang pengangguran di gereja? Yang hidupnya dilayani, dilayani dan dilayani terus di gereja? Berikanlah hidup saudara kepada Tuhan untuk melayani Tuhan dan gerejaNya. Tidak ada kata terlambat untuk melayani Tuhan selama saudara masih hidup dan masih bernafas. Kejarlah kekudusan dan hiduplah dalam Kemurahan Allah. Pergunakanlah hidup yang singkat ini untuk efektif melayani Tuhan seturut panggilan dan kehendak Allah.
Meskipun saudara tidak dianggap oleh manusia, karena secara dunia atau secara rohani saudara tidak dihitung atau dianggap ketinggalan oleh manusia, tidak apa-apa. Hiduplah dalam Kemurahan Allah, dan pergunakanlah waktu yang ada untuk Tuhan, maka saudara akan menjadi yang terdahulu di dalam Kerajaan Allah.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment