FARISI-3# MEREKA SUKA BERIBADAH UNTUK DILIHAT ORANG
Tujuan Tuhan Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat di depan orang banyak dan di depan murid-muridNya adalah supaya orang banyak dan murid-murid Yesus tahu apa itu kemunafikan dan supaya kita bisa menyingkirkannya dari hidup kita.
Semakin banyak sifat Farisi kita singkirkan dari hidup kita maka semakin rohani hidup kita. Semakin spiritual.
Kemunafikan itu adalah balok penghalang di depan mata kita, menghalangi mata rohani kita sehingga kita menjadi buta rohani dan juga menghalangi langkah maju kita ikut Tuhan sehingga hidup rohani kita akan berputar-putar di situ saja dan kita tidak akan pernah bisa mencapai garis finish.
Masalah terbesar orang Kristen untuk bertumbuh adalah karena sering sekali setiap menerima Firman yang menegur diriNya langsung berkelit dengan mengatakan firman ini untuk si anu dan si anu. Kalau firman Tuhan itu berbicara soal berkat selalu mengatakan: Amin. Kalau firman yang ini untukku.
Bagaimana mungkin kita menjadi manusia yang dewasa rohani jika seperti itu?
Amsal 15:32
Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.
Mari kita lanjutkan pelajaran dari Tuhan Yesus tentang ciri-curi orang Farisi supaya kita bisa menyingkirkan balok kemunafikan dari hidup kita.
Farisi-3# Mereka suka beribadah untuk dilihat orang.
Kita tidak perlu mengurusi penganut agama lain karena itu bukan urusan kita. Urusan kita adalah kita dengan Allah.
Sebelumnya mari kita memahami apa arti munafik itu sebenarnya?
Munafik dalam bahasa Inggris disebut hypocrite yang dalam bahasa Yunani berarti aktor atau orang yang berpura-pura bersikap yang sebenarnya bukan seperti itu dirinya sehari-hari. Kalau zaman dulu di Yunani orang kalau mau menonton orang hypocrite mereka pergi ke teater. Mereka menonton pertunjukan sandiwara.
Seperti halnya aktor film Hollywood yang berperan sebagai Yohanes Pembaptis yang berseru di dalam adegan film: "Bertobatlah karena Kerajaan Sorga sudah dekat". Tetapi si aktor dalam hidupnya sehari-hari di rumah tangganya bukanlah seorang ayah dan suami yang baik tetapi seorang pemarah, pemabuk dan tukang selingkuh. Inilah yang disebut sebagai aktor atau hypocrite yang diterjemahkan sekarang menjadi munafik.
Dalam membahas Matius pasal 23 ini penting untuk selalu mengacu pada kotbah di bukit, karena Kotbah di Bukit (Matius 5-7) adalah antitesis dari pasal ini.
Allah adalah Allah yang menyukai hal-hal yang kita rahasiakan hanya antara kita dengan Dia di tempat tersembunyi.
Matius 6:6
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Apapun ibadah kita yang kita lakukan di tempat tersembunyi akan dibalaskan Allah kepada kita. Dan upah terbesar kita adalah Allah sendiri. Dia akan mencurahkan kasih sayangNya dan damai sejahteraNya dalam hidup kita karena kita mengutamakan Dia.
Mazmur 119:57
Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu.
Ratapan 3:24
"TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
Bisa saja perbuatan ibadah atau perbuatan baik kita dilihat orang, yang penting kita tidak ada niat pamer ke orang lain dan tidak berharap pujian manusia. Untuk menyembunyikannya kita harus segera melupakannya, dan biarkan hanya Allah yang mengingatnya.
Matius 6:3
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
Tangan kanan dan tangan kiri milik kita. Tangan kiri sebenarnya melihat tangan kanan melakukannya, tetapi tangan kiri segera melupakannya sehingga dia tidak tahu. Artinya segera lupakan perbuatan baik yang kita lakukan, tidak perlu jadi beban berat di pikiran kita karena berharap pujian manusia.
Orang-orang Farisi gemar memamerkan ibadah mereka. Mereka berharap dipuji orang atas kesalehan dan ketekunan ibadah mereka. Orang-orang seperti ini sama sekali tidak akan mendapatkan upah dari Allah. Hidup batiniah mereka akan kosong melompong, hampa. Dia tidak akan menikmati kasih Allah, karena dia berharap bukan kepada Allah tapi kepada manusia.
Matius 6:1, 5, 16
1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan. Apakah saudara rindu berlimpah kasih Allah dalam hidup saudara? Apakah saudara ingin mengalami sukacita penuh berlimpah dalam mengikut Kristus?
Hindari mengumbar kesalehan ibadah kita supaya dilihat dan dipuji orang lain. Jangan berharap pujian manusia, karena sikap seperti itu termasuk beban berat dalam hidup kita. Berharaplah hanya kepada Allah maka saudara akan semakin mengenal Dia dan hidup bergaul dengan Allah.
Yohanes 12:43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.
Kejadian 5:24
Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment