FARISI-1# MEREKA MENGAJARKAN TAPI TIDAK MELAKUKAN
Kita sampai dalam pokok bahasan penting untuk pertumbuhan rohani kita yaitu ciri-ciri orang Farisi. Tuhan tidak bermaksud supaya kita menjadi orang yang suka menghakimi orang lain seperti orang Farisi, bukan, tetapi supaya kita memeriksa diri kita apakah di dalam diri kita ada ragi orang Farisi atau sifat Farisi seperti yang disebutkan Tuhan secara detail.
Ada orang-orang yang setelah membaca Matius 23 ini malah menjadi orang yang suka tunjuk-tunjuk orang lain sebagai Farisi, tanpa disadarinya orang itu telah naik dan duduk di atas kursi Musa dan menganggap dirinya lebih benar dari orang lain.
Sebelum kita masuk ke dalam pokok bahasan penting dan detail ini, kita harus mempersiapkan hati kita dengan prinsip ini.
Matius 7:1, 5
1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Kita harus menegur Saudara kita yang salah di dalam kasih supaya kita mendapatkan Saudara kita yg kekasih itu kembali ke jalan yang benar. Dan menegur Saudara kita haruslah berhati-hati. Berhati-hati seperti apa? Seperti seseorang yang mengambil selumbar dari mata Saudara nya. Kalau kita tidak hati-hati kita malah bisa merusak mata Saudara kita. Dan belum pernah saya melihat orang yang mengeluarkan selumbar dari mata saudaranya berame-rame, biasanya satu orang saja yang melakukannya, sehingga ini terjadi empat mata. Itu sebab Tuhan Yesus mengatakan tegurlah di bawah empat mata dulu, jika gagal, baru libatkan orang lain.
Jangan kamu menghakimi kata Tuhan Yesus, supaya kamu tidak dihakimi. Kita harus serius dengan kata-kata Tuhan ini supaya kita tidak sembarangan menghakimi orang lain. Bukan berarti kita tidak boleh menghakimi orang lain. Ada juga ayat yang mengatakan:
Yohanes 7:24
Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil."
Yohanes 8:15-16
15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorang pun,
16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.
Yohanes 9:39
Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
1 Korintus 5:12
Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?
Perhatikan Tuhan dengan tegas mengatakan jangan kamu menghakimi tetapi hakimilah dengan adil. Kita harus berpegang pada yang satu tapi tidak mengabaikan yang lain.
Artinya pertama kita tidak boleh sembarangan menghakimi orang lain dan jika kita harus menghakimi itu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Apa saja itu?
1. Kita harus sudah menghakimi diri kita sendiri lebih dulu dengan menyingkirkan balok dari mata kita yaitu dosa kita. Kalau kita tidak menyingkirkan balok dahulu dari mata kita maka kita sama seperti orang Farisi, yaitu mengajarkan tapi tidak melakukan. Dan jika hidup kita sendiri belum benar lalu kita sendiri menghakimi orang lain maka Tuhan akan menghakimi kita. Setiap kali kita berdoa, Tuhan akan menunjuk dosa kita sampai kita membereskannya.
Mengapa Tuhan Yesus mengatakan singkirkan balok di depan matamu? Balok menyebabkan 2 masalah, pertama dia menghalangi pandangan mata kita, kedua dia menghalangi jalan langkah kita. Apa arti balok yang disebut Tuhan Yesus secara hiperbola? Yaitu ini: Balok artinya kemunafikan. Sebab kemunafikan bisa membutakan mata rohani kita, dan kemunafikan juga bisa menghalangi jalan langkah pertumbuhan rohani kita.
Balok = kemunafikan.
2. Kita harus menghakimi dosa yang terjadi di tengah jemaat jika kita adalah pemimpin jemaat tersebut (1 Kor 5:12). Mengapa kita lakukan itu? Karena kita bertanggung jawab menjaga kawanan domba Allah. Jika kita tidak melakukannya maka kita sebenarnya hanyalah gembala upahan yang tidak berani mempertaruhkan nyawa kita demi melawan serigala, singa dan beruang yang mencoba memangsa kawanan domba Allah.
Yohanes 10:13
Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
3. Kalau kita mau menghakimi orang lain maka maka kita harus mencucurkan air mata lebih dulu untuk Saudara kita karena kalau kita menghakimi tanpa berdoa dan hancur hati kita akan menghakimi saudara kita dengan semena-mena dan menurut apa kata orang bukan apa kata Tuhan.
Kisah Para Rasul 20:31
Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
2 Korintus 2:4
Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.
Yesaya 11:3
ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
4. Jika kita mau menuding Saudara kita sebagai "ular beludak" boleh saja, tapi ada syaratnya, kita harus berani mati untuk untuk saudara kita lebih dulu. Yesus mengecam orang-orang Farisi sebagai ular beludak karena Yesus sudah rela mati untuk orang-orang Farisi. Yesus siap menanggung segala resiko. Kalau kita sudah siap, silahkan. Rasul Paulus mengatakan para penyesat itu sebagai "anjing-anjing" kita bisa mengatakan itu juga jika kita telah siap menjadi terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudara kita. Kalau saudara sudah siap silahkan.
Filipi 3:2
Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
Roma 9:1-3
1 Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,
2 bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati.
3 Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.
Saya percaya jika seseorang sudah sangat dikuasai kasih Kristus ketika datang serigala-serigala yang ingin memangsa domba-domba Tuhan dia akan bertindak memberikan perlawanan. Itu karena kasih Kristus sangat menguasai dirinya dan cinta akan Rumah Tuhan menghanguskan dia.
Jadi peganglah prinsip ini, jangan kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi, tetapi jika kita harus menghakimi peganglah ini: hakimilah dirimu sendiri sebelum kamu menghakimi orang lain.
Jika kita sudah memahami yang di atas barulah kita siap mempelajari pasal 23 kitab Matius ini dan pasal ini sangat penting dan harus kita terapkan dalam hidup kita jika kita ingin menjadi manusia rohani dan bukan agamawi. Manusia rohani artinya hidup dipimpin Roh.
Farisi-1# Mengajarkan tapi Tidak Melakukan
Tujuan Injil ini dicatat atau tujuan dicatatnya kata-kata Tuhan Yesus ini di depan orang banyak dan murid-muridNya bukan semata-mata untuk orang Farisi saja, tetapi juga untuk orang banyak itu terlebih lagi untuk murid-muridNya.
Matius 23:1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
Jadi gunakanlah kata-kata Tuhan Yesus ini untuk pertumbuhan rohani kita, bukan untuk menyerang orang lain, karena kalau tidak, kita akan tersandung pada Farisi-1# yaitu Mengajarkan tapi tidak melakukan.
Orang Farisi disebut orang munafik karena mereka mengajarkan Firman Tuhan tapi tidak melakukannya. Ini berbeda sekali dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus baru melayani ketika umur 30 tahun. Dan sebelum berumur 30 tahun Dia dibesarkan oleh orang tuanya, menjadi remaja dan pemuda yang menghormati orang tuanya dan taat pada orangtuanya. Ini bukan berarti kita baru bisa melayani di umur 30 tahun. Sejak kita kanak-kanak kita sudah bisa melayani Tuhan. Ini karena panggilan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan itu bukan panggilan kita. Harus genap waktunya Bapa bagi Dia.
Ketika Dia sudah beranjak dewasa sepertinya ayahnya Yusuf tidak ada lagi dan karena itu Tuhan Yesus menjadi tukang kayu sama seperti ayahnya. Dia menghidupi ibu dan adik-adiknya. Tentunya Dia melakukan pekerjaan tukang kayu ini dengan memberi yang terbaik bagi para pelanggannya. Setelah adik-adiknya perempuan menikah dan adik-adiknya laki-laki bisa mandiri barulah genap waktunya bagiNya untuk melayani BapaNya di sorga sepenuh waktu meski ibu dan adik-adiknya pada awalnya menentang Dia berhubung tekanan orang-orang Farisi.
Markus 6:3
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Meskipun kemudian Tuhan Yesus melayani sepenuh waktu Dia tetap menghidupi ibunya Maria sampai Dia mati di kayu salib. Ketika Dia akan mati, Dia menitipkan ibunya Maria untuk dipelihara oleh Yohanes murid yang dikasihiNya.
Yohanes 19:27
Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Itu sebab Tuhan Yesus dan Rasul Paulus sangat menentang orang-orang yang sibuk melayani di Bait Allah tapi mengabaikan keluarganya. Tuhan Yesus menyebut mereka orang munafik. Paulus menyebut mereka orang yang murtad.
Matius 15:5-7
5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
1 Timotius 5:8
Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.
Maksudnya murtad di sini tidak mengenal Allah.
Itu sebab dokter Lukas menuliskan di pendahuluan kitab Kisah Para Rasul kata-kata ini:
Kisah Para Rasul 1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
Lukas mendahulukan yang apa yang dikerjakan Tuhan Yesus, barulah kemudian apa yang diajarkanNya. Artinya lakukan atau kerjakan dulu Firman Tuhan, baru kita bisa mengajarkannya. Orang yang suka mengajarkan firman Tuhan tapi tidak melakukannya, dia berpotensi menyesatkan orang lain. Itu sama dengan orang yang tidak bisa berenang menjadi pelatih renang. Atau orang yang tidak bisa naik sepeda mengajarkan orang naik sepeda. Ini tidak mungkin bisa benar.
Dan tempat yang paling tepat mulai belajar mempraktekkan Firman Tuhan adalah sama seperti yang Tuhan Yesus lakukan yaitu di dalam keluarga dan yang kedua adalah di tempat kerja.
Enam hari kita bekerja dan berkumpul di keluarga kita untuk melayani Keluarga kita dan perusahaan tempat kita bekerja. Di hari Minggu waktu kita banyak untuk pelayanan. Betapa berharganya yang enam hari itu. Di keluarga dan di tempat kerja itulah kita mempraktekkan Firman Tuhan seperti Tuhan Yesus. Kalau kita sudah menang di situ mempraktekkan Firman Tuhan barulah patut kita mengajarkannya. Kita terbebas dari potensi sebagai penyesat.
Bagaimana kalau kita mendengarkan kotbah dari pengkotbah yang kita tahu dia tidak melakukannya?
Ikutilah apa yang Yesus ajarkan. Tetap hormati pemberitaan Firman Tuhan. Jangan menghina, mengata-ngatai di dalam hati, atau sibuk memainkan ponsel dan menganggap remeh. Tuhan melihat sikap Saudara di ibadah gereja dan Dia akan mengukur Saudara.
Yesus katakan: "turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka"
Yang mereka ajarkan adalah Taurat yang Kudus, lakukanlah itu. Jika yang mereka ajarkan adalah hal yang duniawi yang bertentangan dengan hukum Taurat dan yang menyesatkan, jangan lakukan. Yang Yesus maksudkan itu. Tetapi tetaplah menghormati pemberitaan Firman Tuhan.
Dengan mengikuti ajaran Kristus ini kita betul-betul hidup sebagai murid Kristus dan hamba Kristus di hadapan Allah dan manusia.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment