RESTORASI DAN KONFRONTASI
Matius 21:14-17
14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.
15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
16 lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
17 Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.
Sesudah Yesus selesai menyucikan Bait Allah dari para pedagang untuk kembali difungsikan menjadi Rumah Doa, datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang ke dalam Bait Allah menemui Yesus. Dan Yesus menyembuhkan mereka. Ini suatu hal yang melanggar aturan Bait Allah di mana orang buta dan orang timpang sebenarnya tidak diperbolehkan masuk ke dalam Bait Allah. Dan Yesus merombak semua aturan itu yang sudah sejak zaman Daud diberlakukan:
2 Samuel 5:8
Daud telah berkata pada waktu itu: "Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta." Sebab itu orang berkata: "Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait."
Para imam dan ahli-ahli Taurat menjadi gelisah melihat hal itu terjadi karena ini bisa merusak tradisi Bait Allah. Apalagi mereka mendengar anak-anak kecil menyerukan yel-yel:
"Hosana bagi Anak Daud!"
Hati mereka semakin jengkel, karena ucapan yel-yel itu hanya diperuntukkan bagi Mesias, pemimpin yang mereka nantikan.
Orang-orang Farisi, para imam dan ahli-ahli Taurat menantikan kedatangan Mesias yang akan menjadi pemimpin politik dan pemimpin agama mereka. Mereka tidak mampu untuk mengerti bahwa Yesuslah Mesias itu. Kenapa ini terjadi? Karena pikiran dan hati mereka sangat agamawi, sehingga cara berpikir mereka selalu berorientasi pada hal-hal yang lahiriah. Para imam, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ini mengabaikan hal-hal yang batiniah dan lebih suka bermegah pada kesalehan yang lahiriah yang bisa dipamerkan mereka kepada orang banyak.
Mereka bertanya kepada Yesus: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Mereka heran mengapa Yesus ini tidak melarang anak-anak ini berseru yel-yel Mesias yang sakral itu. Dalam pikiran mereka tentu Mesias yang akan datang nanti seorang pemimpin hebat yang lebih hebat dari Yesus ini, yang cuma sahabat orang berdosa dan teman anak-anak kecil. Mereka tidak mengerti dan tidak akan mengerti karena mata hati mereka tertutup.
Yesus menjawab: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
Ternyata imam-imam dan ahli-ahli Taurat meskipun sudah berapa kali tamat membaca Alkitab mereka tetap tidak mengerti kitab suci, termasuk kitab Mazmur yang mereka baca:
Mazmur 8:2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
Tiga kali sudah Yesus memberikan batu sandungan pada mereka.
1. Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah yang selama ini memberi keuntungan dan kekayaan bagi mereka.
2. Yesus memperbolehkan orang buta dan orang timpang masuk ke Bait Allah yang selama ini mereka anggap warga jemaat kelas dua.
3. Yesus membiarkan anak-anak menyerukan yel-yel Mesias kepada DiriNya yang menurut mereka bukan Mesias.
Lalu Yesus meninggalkan mereka dalam kondisi mereka yang jengkel. Ini barulah awal konfrontasi Yesus dengan para pemimpin agama Yahudi.
Yesus sedang merestorasi Rumah BapaNya dan karena itu Dia menghadapi konfrontasi dengan para pemimpin agama Yahudi di kota Yerusalem yang telah menyimpangkan tujuan ibadah. Yesus sedang meletakkan dasar kerohanian yang benar untuk membangun umat yang menjadi terang dan garam dunia. Umat yang mengalahkan dunia.
Mengapa para pemimpin agama ini gagal paham tentang siapa Yesus? Sekali lagi, karena mereka terjebak dalam kehidupan yang agamawi, yaitu mengabaikan rohaniah mereka, bagian dalam batiniah mereka, dan mereka lebih mementingkan hal-hal lahiriah, kesalehan yang terlihat manusia. Itu sebab mata hati mereka tertutup. Mereka tidak akan pernah mengerti kitab suci. Bagi mereka ibadah itu sangat menguntungkan secara bisnis. Itu yang penting bagi mereka. Mereka tidak punya hubungan pribadi dengan Allah Bapa.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, Tuhan ingin hidup saudara menjadi pemenang. Bukan pemenang yang semu, yang sekedar yel-yel tapi saban hari dikalahkan dosa. Bukan hidup seperti itu yang diberikan Yesus bagi saudara, melainkan hidup yang menjadi pemenang, menjadi terang dan garam dunia, yang mengasihi dan mengampuni siapapun orang yang memusuhi kita, hidup yang menang atas pencobaan, mengalahkan dosa, Iblis dan kedagingan. Yaitu hal-hal yang mustahil bisa didapatkan para imam Yahudi, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.
Di pasal-pasal berikutnya kita akan belajar tentang konfrontasi antara religiusitas versus spiritualitas, daging versus roh, lahiriah versus batiniah.
Kita akan masuk ke dalam realitas yang penting yang orang Kristen banyak mengabaikannya. Pelajarilah ajaran-ajaran Yesus Kristus yang jarang dikotbahkan di gereja, jangan takut, karena Roh Kudus akan menolong saudara, dan saudara akan menemukan jalan-jalan kemenangan bersama Tuhan.
Bagi Yesus, salib Golgota itu semakin dekat.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment