JADIKANLAH DIA RAJA DALAM HIDUPMU

Matius 21:7-11

7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya.

8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.

9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"  

10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" 

11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea." 

Kita sampai di babak baru pengajaran Yesus. Kita akan melihat nanti bahwa di pasal-pasal berikutnya Yesus akan menuntun kita untuk hidup berkemenangan secara rohani dan hidup dalam kekudusan melalui pengajaranNya di kota Yerusalem.

Pakaian dan ranting pohon yang dihamparkan

Murid-murid mengalasi keledai yang akan ditunggangi Yesus dengan pakaian mereka. Begitu juga dengan orang banyak mengalasi jalan-jalan yang akan dilintasi Yesus dengan pakaian mereka. Tentu saja hanya para pria yang melakukan ini. 

Pakaian menunjukkan status sosial seseorang. Seorang direktur biasanya berpakaian jas dan berdasi. Seorang karyawan kantoran mengenakan kemeja. Seorang karyawan lapangan berpakaian seragam, begitu juga dokter dan tentara.  Pakaian juga menunjukkan identitas suku. Jika kita ingin mengiring Yesus ke Yerusalem itu semua harus kita lepaskan untuk dijadikan alas bagi Raja kita Yesus Kristus. Kita harus rela itu diinjak bagi lintasan kemuliaan Tuhan. 

Ranting-ranting yang dipotong menunjukkan kepada hasil karya manusia yang juga dipersembahkan bagi Yesus sebagai alas melintas bagi Raja Kemuliaan.

Apakah panggilan hidup saudara? Apakah pekerjaan saudara? Saudara seorang dokter, tentara, karyawan, mahasiswa atau pelajar, direktur atau pengusaha atau saudara mendedikasikan hidup saudara di ladang Tuhan sepenuh waktu? Persembahkanlah panggilan hidup saudara menjadi alas melintas bagi Yesus untuk menyatakan kemuliaanNya. Persembahkanlah hasil karya saudara bagi kemuliaanNya.

Tentu saja ada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat di tengah arak-arakan itu. Tetapi apakah mereka membuka jubah mereka sebagai alas bagi Yesus melintas? Orang-orang seperti orang Farisi yang lebih mementingkan penampilan agamawi mereka yang lahiriah tak kan sudi pakaian mereka diinjak dan dikotori. Itu harga diri mereka. 

Si keledai muda yang ditunggangi Yesus.

Si keledai muda mungkin agak kikuk pertama kali. Ini debutan pertamanya sebagai keledai beban. Dia kaget dengan keramaian orang-orang. Tetapi Tuan yang menungganginya seorang yang lemah lembut sehingga keledai itu tidak memberontak. Orang-orang bersorak-sorai menyambut Yesus. Keledai itu tetap berjalan dengan rendah hati, karena dia tahu, yang disambut dengan pujian sorak-sorai itu bukanlah dirinya, melainkan Tuan yang menungganginya, yaitu Yesus Kristus. Keledai itu berjalan tenang di antara pujian sorak-sorai manusia. Dia tidak terpengaruh.

Kita adalah gambaran keledai itu. Kita adalah kendaraan kemuliaanNya. Jangan pernah mengambil kemuliaan yang diperuntukkan bagi Tuhan itu bagi diri kita. Mungkin orang memuji kita, persembahkanlah pujian itu bagi Tuhan. Hanya Dia yang layak dipuji. Kita hanyalah kendaraan bagi kemuliaanNya. Meski Tuhan bisa menyatakan kemuliaanNya seorang Diri, tetapi Dia berkenan memakai kita sebagai kendaraan kemuliaanNya seperti halnya para kerub-kerub di kitab Yehezkiel. 

Yehezkiel 10:18
Lalu kemuliaan TUHAN pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub.

 Yehezkiel 11:22

Maka kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan roda-rodanya bergerak bersama-sama dengan mereka, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka.

Sorak-sorai orang banyak.

Orang-orang banyak itu bersorak-sorai dan berseru kepada Yesus:

"Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan"

Di sini ada dua persepsi. Di tengah keramaian itu tidak semua orang mengerti apa tujuan keramaian itu sebenarnya. Sebagian besar orang menyangka bahwa Yesus datang untuk memproklamirkan DiriNya sebagai Raja bagi Israel untuk menyelamatkan Israel saat itu dari penjajahan Romawi dan mereka berharap Yesus mendirikan kembali Kerajaan bagi Israel di ibukota Yerusalem. Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya Yesus datang bukan sebagai Raja menurut pikiran duniawi mereka, melainkan sebagai Raja yang datang sebagai Hakim, Nabi dan Juruselamat bagi Yerusalem. Yesus datang untuk menyucikan Yerusalem dan membersihkan kenajisan dari Yerusalem.

Hosanna artinya "Selamatkan kami ya Tuhan". Dan mereka menafsirkan itu sebagai Keselamatan duniawi. Betul Tuhan akan menyelamatkan umatNya tapi bukan secara duniawi melainkan secara rohani.

Dan orang-orang ramai ini yang tidak mengerti tujuan Yesus datang ke Yerusalem, mereka jugalah yang akhirnya kecewa dan berbalik 180 derajat pada waktu Tuhan Yesus ditangkap dan diadili. Merekalah yang berteriak-teriak:

Markus 15:13
Maka mereka berteriak lagi, katanya: "Salibkanlah Dia!"

Markus 15:14
Lalu Pilatus berkata kepada mereka: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Salibkanlah Dia!"

Ada banyak orang Kristen di dunia ini yang kecewa kepada Yesus karena Yesus tidak seperti yang mereka harapkan. Mereka berpikiran secara duniawi tentang Yesus. Mereka akhirnya mundur dan meninggalkan Yesus. Itu karena sedari awal mereka tidak mengerti tujuan Yesus datang ke dunia ini. Mereka hanya ikut-ikutan keramaian orang.

Saudaraku, mayoritas orang hanya menyukai keramaian, arak-arakan gempita dan eforia memuliakan Yesus sebagai Raja melalui mulut mereka. Tetapi hanya sedikit orang yang menjadikan Yesus betul-betul sebagai Raja dalam hidup mereka. Jika kesulitan atau penderitaan datang, mereka begitu cepat meninggalkan Tuhan Yesus dan mempermalukan Yesus di muka umum. Mengapa ini terjadi? Karena mereka belum pernah menjadikan Yesus sebagai Raja dalam hati mereka. Maukah saudara menjadikan Yesus sebagai Raja di dalam hidup dan hati saudara? Maka hidup saudara akan dipenuhi kemuliaanNya jika saudara mentaatiNya.

Mazmur 24:7-8

7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 

8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!" 

In His Grace

GDS

Comments

Followers