KUNCI KEMENANGAN MENGALAHKAN KEMUNAFIKAN

Matius 23:11-12

11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Sebelum Tuhan Yesus melanjutkan ucapan kecamanNya terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang munafik, Tuhan kita menyelipkan kunci rahasia mengalahkan kemunafikan itu sendiri.

Dunia ini penuh kemunafikan. Itu sebab dikatakan orang dunia ini panggung sandiwara. Kita tidak bisa mengubahkan orang lain yang munafik tetapi kita bisa mengalahkan kemunafikan di dalam diri kita sendiri. Jika kita sudah mengalahkan kemunafikan kita sendiri barulah kita bisa menegur orang yang munafik bahkan bisa membuat mereka malu dengan kemunafikan mereka karena melihat cara kita hidup.

1 Petrus 2:12
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. 

Kunci yang diberikan Tuhan Yesus ada 2, yaitu:

1. Melayani

2. Kerendahan Hati

Kedua kunci ini memiliki peran yang berbeda. 

Melayani memiliki peran mengalahkan kemunafikan dari aspek luar diri kita.

Kerendahan hati memiliki peran mengalahkan kemunafikan dari aspek dalam diri kita.

Kedua kunci ini harus berjalan bersama-sama. Tidak bisa salah satu saja.

Mari kita lihat teladan Yesus Kristus, Anak Allah yang datang ke dunia menjadi manusia sama seperti kita. Dia hidup sama seperti kebanyakan kita. Hanya Yesus, Anak Manusia itu menang atas dosa dan tidak ada satupun kemunafikan ditemukan di dalam DiriNya. Dia menjaga kemurnian hati nuraniNya dan tidak mau tercemar oleh kemunafikan orang Farisi sampai Dia mati di kayu salib.

Filipi 2:5-9

5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 

6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 

Yesus Kristus, meski Dia setara dengan Allah, Dia tidak menganggap kesetaraanNya dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan. Jika kita ingin menjadi pelayan yang rendah hati kita harus melepaskan semua atribut kemegahan duniawi kita dan menyerahkanNya pada Allah. Sama seperti Kristus yang mengosongkan DiriNya, begitu pula kita mengosongkan diri kita, artinya kita tidak lagi membanggakan dan mengandalkan apapun kehebatan kita. Semua kita salibkan di dalam kemenangan Kristus di kayu salib. Kita harus benar-benar habis dari mengandalkan diri sendiri. Baru sesudah itu kita bisa memegang kunci anti kemunafikan.

1. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

Tuhan ingin kita menjadi yang terbesar depan manusia. Dia memberikan jalannya yaitu dengan menjadi pelayan. Menjadi pelayan itu di depan manusia bukan di kamar doa. Itu sebab dikatakan pelayan di antara kamu. Jalan kebesaran kita adalah melayani manusia. Kalau melayani Tuhan kita mudah melakukannya di dalam doa. Tetapi melayani manusia dituntut penyerahan diri dan pengorbanan. Dan Tuhan Yesus ingin kita melakukan itu.

Menjadi terbesar bukan berarti jabatannya harus tinggi tetapi tanpa jabatan pun orang bisa menilai kita sebagai seorang yang besar dan jadi panutan.

Seorang pelayan harus seimbang

Orang yang munafik hanya getol melayani di rumah ibadah supaya dilihat orang dia bersungguh-sungguh. Tetapi di rumahnya dan di tempat kerjanya, dia tidak menjadi contoh karena tidak ada mentalitas pelayan dalam hidupnya. Di gereja dia pelayan, tapi di rumah dia mementingkan diri sendiri. Di kantor dia bekerja sekedarnya hanya demi gaji.

Kita harus seimbang. Tuhan Yesus adalah manusia yang seimbang hidupnya, sebelum umur 30 tahun dia sudah bekerja menghidupi ibunya dan adik-adiknya. Dan setelah adik-adiknya laki-laki mandiri dan adik-adiknya perempuan menikah, barulah Dia melayani sepenuh waktu. Tentu usia 30 tahun kegenapan rencana Bapa bagiNya untuk mulai melayani. Yang dimaksud adalah Yesus Kristus bertanggung jawab dirumahNya dan di bisnis meubel sepeninggal ayahNya.

Markus 6:3
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Prinsip keseimbangan adalah yang satu harus dilakukan, yang lain jangan diabaikan.

Matius 23:23b Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Jika kita hanya melayani di gereja tetapi tidak menjadi pelayan di rumah kita dan di tempat kerja kita, maka kita akan menjadi orang munafik.

Itu sebab ada pemimpin gereja yang terlihat sukses membangun gereja besar, tetapi rumah tangganya hancur, dia bercerai dengan isterinya, dia selingkuh, poligami, dia tidak disegani oleh anak-anaknya, itu disebabkan karena dia tidak melayani isteri dan anak-anaknya di rumah dengan memberikan perhatian, menolong, mendampingi dan kasih sayang. Orang-orang dunia ini wajar jika menilai orang itu munafik.

Ada juga pemimpin gereja yang terlihat rohani di gereja tetapi di tempat kerjanya perkataannya tidak sesuai dengan kotbahnya, bahkan ada yang sampai ditangkap polisi karena melakukan suap dan kecurangan bisnis. Dunia juga akan menilai orang ini sebagai orang munafik.

Betapa mengerikan kalau di gereja ditemukan banyak orang munafik. 

Karena itu Tuhan Yesus ingin semua murid-muridNya menjadi pelayan di antara manusia, di manapun kita berada, entah di gereja, di rumah, di tempat kerja, di masyarakat, dan di keluarga besar. 

Di dalam semua aspek hidup kita, kita harus menjadi kudus artinya hidup benar. 

1 Petrus 1:15
tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

2. Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Kunci kedua yang diberikan Tuhan Yesus dalam mengalahkan kemunafikan dalam hidup kita adalah kerendahan hati.

Orang yang rendah hati dikasihani Tuhan. 

Yakobus 4:6
Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 

Kerendahan hati datang dari sikap menyadari bahwa diri kita ini sebenarnya tidak ada apa-apanya tanpa Kristus. Kerendahan hati itu adalah sikap. Melayani itu adalah tindakan. Ini dua wujud yang berbeda. Orang yang melayani bisa terlihat mata orang lain dari tindakannya yang melayani. Orang yang rendah hati meski tidak dapat dilihat mata tetapi bisa dirasakan oleh telinga dan hati kita. Melalui percakapan dengan orang tersebut kita bisa rasakan kerendahan hatinya.

Baik kerendahan hati maupun kesombongan itu mirip dengan aroma. Kita mengenal aroma wangi dan aroma busuk. Meski barangnya tidak kelihatan mata, tetapi hidung kita bisa mencium aroma wangi ataupun aroma busuk tersebut. 

Kesombongan itu mirip dengan aroma bau badan atau bau mulut. Orang yang biasa tidak mandi pagi dan tidak memakai deodorant badannya cenderung bau. Meskipun orang itu tidak mencium bau di badannya tetapi orang di sekitarnya bisa mencium nya. Begitu juga dengan bau mulut. Orang yang punya mulut jarang sikat gigi tidak tahu bahwa mulutnya bau. Tetapi orang lain yang berbicara dengan dia yang mencium aroma bau mulut itu. Begitulah dengan kesombongan. Orang yang sombong tidak menyadari bahwa dia sombong, tetapi orang lain yang disekitarnya bisa merasakannya.

Kalau kita rendah hati, itu seperti aroma wangi. Meskipun kita tidak menyadarinya, orang lain bisa merasakannya. Bagus sekali kalau kita tidak menyadari bahwa kita rendah hati.

Orang yang sombong itu munafik dan dia suka memandang dirinya lebih benar daripada orang lain, lebih hebat daripada orang lain, lebih dipakai Tuhan daripada orang lain dan lebih diberkati daripada orang lain. Mereka suka sekali membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka minder dan iri jika orang lain lebih baik dari dirinya, atau mereka merendahkan orang lain bila mereka lebih baik dari mereka.

Kerendahan hati itu bisa dirasakan orang lain meski tidak terlihat oleh mata. Hanya Tuhan yang tahu apakah seseorang itu rendah hati atau bukan. Karena itu kerendahan hati sifatnya di dalam diri kita yaitu di hadapan Tuhan.

Karena hanya Tuhan yang tahu pasti kerendahan hati seseorang maka kerendahan hati harus dimulai dari merendahkan diri di hadapan Tuhan.

1 Petrus 5:6  Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 

Mengapa kerendahan hati penting untuk mengalahkan kemunafikan, karena untuk membersihkan hati kita dari dosa tersembunyi dibutuhkan kasih karunia Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Kasih karunia Tuhan Yesus dan Roh Kudus itulah yang kita perlukan untuk kekudusan di dalam diri kita yang tidak terlihat orang lain. Ketika kita menjadi sombong kita langsung menjadi musuh Allah. Dan Allah yang mengingini RohNya dengan cemburu akan menahan Roh KudusNya untuk tidak bekerja dalam hidup kita sehingga kita akhirnya dikalahkan oleh dosa dan Iblis. Kitapun jatuh. 

Yakobus 4:4-5

4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"

Tetapi jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan maka kasih karunia Tuhan Yesus dan Roh Kudus akan memenuhi hidup kita dan kita ditinggikan atas Iblis dan dosa, dan kita diberikan kuasa untuk mengalahkan dunia yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup.

Tanda dari orang yang rendah hati adalah hidupnya tinggal di dalam kasih karunia Tuhan. Dan tanda seseorang hidup dalam kasih karunia Tuhan adalah dosa tidak lagi berkuasa atas hidupnya.

Roma 6:14
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Orang yang sombong pasti dikalahkan oleh Iblis dan roh-roh jahat melalui dosa-dosa tersembunyi yang memperbudaknya. Itu sebab dia disebut orang munafik, karena meskipun dia bermegah atas pencapaian lahiriah dalam hidupnya tetapi hati orang itu kotor dengan dosa tersembunyi, meski orang lain tidak melihatnya. Tapi Tuhan melihat.

Orang yang rendah hati akan ditinggikan atas musuhnya. Siapa musuh kita? Musuh kita bukanlah manusia, tetapi Iblis dan roh-roh jahat, dan musuh kita juga adalah dunia ini dalam wujud keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. 

1 Yohanes 2:16  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

1 Yohanes 5:4  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Tunduk kepada Allah artinya merendahkan diri di hadapan Allah, maka Iblis dan dosa jadi lebih mudah untuk kita usir.

Yakobus 4:7  Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 

Jadi, hidup yang melayani manusia menguduskan kita dari aspek luar diri kita. Sedangkan merendahkan diri menguduskan kita dari aspek dalam diri kita.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, lakukanlah keduanya dengan seimbang. Melayani tanpa rendah hati akan terlihat berpura-pura baik, itu sama dengan munafik. Rendah hati tanpa melayani akan terlihat omong kosong, membual, karena mengajarkan tapi tidak melakukan, itu juga disebut munafik. Jadi kita harus menghidupi dua-duanya, melayani dan rendah hati.

Jika saudara hidup melayani siapapun termasuk orang yang tidak sepaham dengan Saudara, bahkan musuh Saudara, serta merendahkan diri Saudara di hadapan Allah dan manusia, maka tidak ada seorangpun yang bisa merebut kemenangan dari tangan Saudara.

Wahyu 3:11
Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.

In His Grace

GDS



 



Comments

Followers