SIAPAKAH YANG TERBESAR DALAM KERAJAAN SORGA?

Matius 18:1-5

1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"

2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 

3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 

4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."

Di dalam kitab Markus dijelaskan bahwa peristiwa ini dimulai dari adu argumentasi atau perdebatan di antara murid-murid Yesus mengenai siapa yang terbesar di dalam Kerajaan Sorga.

Markus 9:34  Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. 

Kalau melihat konteks perdebatan murid-murid sebenarnya topik perdebatan mereka adalah siapakah yang terbesar di antara mereka bersaudara.

Ini adalah topik klasik yang sampai sekarang tetap jadi perdebatan di antara orang Kristen dalam bersaudara seiman. Siapakah yang terbesar di antara kami bersaudara? Siapakah gereja yang terbesar? Hamba Tuhan manakah yang paling hebat dipakai Tuhan?  Siapakah aliran yang paling benar? Ajaran siapakah yang paling sesuai Alkitab? Dan orang Kristen yang berdebat soal ini selalu membandingkan dirinya dengan saudaranya, bukan dengan kehendak Allah.

Murid-murid Yesus memperdebatkan itu dalam rangka menginginkan posisi siapakah kelak di antara mereka yang layak duduk di sebelah kiri dan kanan Yesus dalam pemerintahan Kristus kelak. Mereka masih berpikir dengan pikiran manusia yang mempolitikkan jabatan. Politik hanya ada di dunia ini. Sedang di sorga yang ada hanyalah kehendak Bapa, bukan politik.

Keinginan menonjol diantara orang Kristen bersaudara seiman menunjukkan ketidakmengertian seseorang akan Firman Tuhan. Lucifer juga ingin menonjol di antara persaudaraan para malaikat, itu sebab dia jatuh dalam pemberontakan kepada Allah dan itulah asal mula munculnya kejahatan di alam semesta. Sedikit saja sikap kita mendongakkan kepala ingin menonjol, kita sudah berada dalam posisi kritis akan jatuh. Hati-hatilah saudaraku supaya kamu jangan jatuh.

1 Korintus 10:12
Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 

Lalu Yesus memanggil seorang anak kecil, merangkul anak itu dan menempatkan anak itu di tengah mereka. Ada 3 poin yang Yesus sampaikan dan ketiga poin ini kunci kebesaran seseorang dalam Kerajaan Sorga. 

1. Barangsiapa tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, dia tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 

Bagaimana kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga? Dengan menjadi seperti anak kecil.

Bagaimana kita menjadi seperti anak kecil? Dengan cara bertobat. Bertobat dari apa? Pertama dari dosa kesombongan dan keangkuhan kita, lalu dari dosa kejahatan kita. 

Dengan cara inilah pintu sorga yang selama ini terkunci bagi saudara, sekarang pintu itu terbuka lebar. Ini kode rahasia masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Jangan gunakan cara yang lain, percuma.

Anak kecil bersikap apa adanya dan tidak munafik. Hiduplah seperti itu.  

2. Yang merendahkan diri seperti anak kecil, merekalah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Kita besar dalam Kerajaan Sorga bukan dengan cara membandingkan diri kita dengan saudara seiman, tetapi dengan membandingkan diri kita dengan kehendak Allah. Apakah kehendak Allah? Yaitu ini:

1 Petrus 5:6
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 

Selalu jadikan ini pedoman hidup saudara, Tuhan akan mengangkat saudara tinggi di dalam KerajaanNya. Alkitab tidak menyebut di antara saudara seiman. Hati-hati, supaya kita tidak masuk konteks ini. Sekali kita anggap Tuhan akan meninggikan diri kita di hadapan saudara seiman, kita akan jatuh lagi ke lobang yang sama, yaitu kesombongan, karena kita kembali membandingkan diri kita dengan saudara kita. Kita akan menjadi seperti orang Farisi yang sombong. Hati-hati. 

Ditinggikan dalam KerajaanNya tidak selalu harus terlihat dengan kasat mata manusia. Tetapi terlihat dari kemenangan saudara dalam mengalahkan dosa dan Iblis. Tuhan tahu, para malaikat tahu, Iblispun tahu, siapa orang yang benar-benar pemenang. Manusia bisa membuat kamuflase, tetapi penghuni sorga tahu yang sebenarnya.

Anak kecil tidak punya ambisi mencari posisi di antara teman-temannya, hiduplah seperti itu.

3. Barangsiapa siapa menyambut seorang anak kecil seperti ini, dia menyambut Yesus. 

Untuk menjadi terbesar dalam Kerajaan Sorga maka harus ada tindakan menyambut atau memperlakukan anak kecil dengan tindakan kasih. Anak kecil itu lemah tidak berdaya. Anak kecil mewakili orang-orang yang lemah tak berdaya di dunia ini. Dan apapun tindakan kasih yang kita lakukan bagi mereka, kita melakukannya bagi Yesus. Selalulah siap menolong orang-orang yang lemah. Jadikan ini gairah hidup saudara, yaitu menolong orang-orang yang lemah, itulah kebesaran hidup seseorang. Saudara melakukan itu sebenarnya untuk Yesus.

Seperti yang Yesus katakan dalam hari penghakiman terakhir:

Matius 25:40  Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Anak kecil suka peduli dengan temannya. Hiduplah seperti itu. 

Saudaraku, hiduplah di dalam kerendahan hati, maka saudara akan tinggal dalam kasih karunia. Jika saudara tetap tinggal dalam kasih karunia, saudara akan mampu mengalahkan Iblis dan keinginan dosa. Dan kasih karunia akan memampukan saudara untuk mengasihi orang lain, termasuk musuh saudara. 

In His Grace

GDS

Comments

Followers