KARUNIA MEMBUJANG
Matius 19:11-12
11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."
Perkataan ini diucapkan oleh Tuhan Yesus menanggapi respon murid-muridNya terhadap pengajaran Yesus sebelumnya tentang perceraian.
Matius 19:10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
Yesus tahu murid-muridNya mengucapkan perkataan itu bukan karena mereka mengerti arti membujang tetapi karena mereka kesal dengan ajaran Yesus mengenai perceraian dan mereka menyimpulkan membujang adalah solusi terbaiknya. Yesus tidak menyalahkan pendapat mereka tetapi mengoreksinya karena motifnya salah.
Yesus tahu adalah tidak mudah bagi seseorang untuk membujang mengingat bahaya dari dosa percabulan. Seperti apa yang Rasul Paulus juga katakan:
1 Korintus 7:9
Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.
Yesus tidak ingin murid-muridNya terlalu cepat menyimpulkan bahwa lebih baik jangan kawin kalau tidak mengerti apa itu membujang (selibat). Yesus katakan: "Tidak semua orang mengerti perkataan itu (selibat) kalau tidak dikaruniai pengertian soal itu."
Ada orang yang terlalu cepat bernazar untuk tidak menikah bahkan ingin mengkebiri dirinya karena sudah tidak tahan dengan perbudakan dosa seksual yang menyiksa dirinya. Mengkebiri diri sendiri atau memaksakan diri dengan bernazar untuk tidak kawin tidak akan menyelesaikan pikiran seseorang dari percabulan. Perbudakan dosa seksual yang menyiksa diri seseorang hanya bisa dilepaskan oleh kuasa kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, bukan dengan mengkebiri diri sendiri.
Sebagian lagi memaksakan diri untuk selibat atau tidak kawin demi mencapai tingkat kekudusan yang lebih tinggi sehingga dia puas jika lebih tinggi rohaninya di hadapan Tuhan dan manusia. Ini ajaran sesat dari setan-setan. Ini adalah jenis kekudusan palsu yang berpusat pada diri sendiri bukan kepada melayani Allah dan melayani sesama. Ini untuk memuaskan ego orang itu. Rasul Paulus sudah memperingatkan kita akan bahaya ini:
1 Timotius 4:1-3
1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
Kolose 2:23
Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.
Yesus tahu bahwa akan ada orang yang begitu cepat mengucapkan "lebih baik jangan kawin", tanpa mengerti apa yang diucapkannya.
Lalu Yesus melanjutkan, ada orang yang tidak kawin karena tiga hal:
1. Karena bawaan lahir, orang itu secara fisik tidak memungkinkan untuk menikah misalnya karena fungsi seksualitas tidak dia miliki sejak lahir. Kepada orang ini, dan kepada semua orang yang cacat sejak lahir Allah sanggup membuat orang itu bahagia dalam hidup ini lebih dari orang yang menikah pada umumnya.
2. Karena dibuat demikian oleh orang lain. Misalnya karena pekerjaan, mereka harus dikebiri. Pria di masa lalu karena pekerjaan mengurus kamar-kamar anggota keluarga kerajaan harus dikebiri untuk memberi keyakinan bagi raja bahwa pria itu tidak berbuat tak senonoh. Ada juga yang dikebiri karena hukuman yang harus dia tanggung. Ada juga yang karena kecelakaan atau kelalaian. Jika orang itu berbalik kepada Allah, Allah sanggup memberikan kebahagiaan kepada orang itu melebihi orang yang menikah pada umumnya. Janji Tuhan kepada orang-orang yang dikebiri:
Yesaya 56:4-5
4 Sebab beginilah firman TUHAN: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama — itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan —, suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.
3. Ada juga orang yang karena ingin melayani Kerajaan Allah memutuskan untuk tidak menikah (tentu tidak dengan mengkebiri diri sendiri) karena dia tidak ingin terbebani dengan kesusahan badani dan supaya bisa memusatkan diri melayani Tuhan. Bukan karena orang ini ingin menang atas dosa atau ingin hidup lebih kudus, bukan! Orang ini dikaruniai Tuhan karunia untuk membujang. Karunia ini termasuk kemenangan atas dosa percabulan, di mana dia tidak tertarik lagi untuk menikah karena pesona Yesus Kristus lebih membahagiakan hidupnya daripada mendapatkan jodoh. Visi hidup orang ini adalah supaya banyak orang bisa diselamatkan dan Injil Kerajaan Sorga diberitakan di banyak tempat, mulai dari gereja lokal di mana dia melayani sampai ke ujung bumi.
1 Korintus 7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
1 Korintus 7:33-34
33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
Itulah yang dialami Rasul Paulus sehingga dia membujang bagi Kerajaan Allah.
Orang yang membujang untuk kerajaan Allah perlu mempunyai banyak sahabat di mana dia bisa berbagi kehidupan, suka suka hidupnya bersama sahabat-sahabatnya. Menyendiri dalam kesepian bukanlah kehendak Allah (Kejadian 2:18).
Hanya 3 alasan di atas yang disebutkan Yesus sebagai alasan yang benar bagi seseorang untuk membujang.
Alasan membujang karena takut bercerai, ingin lepas dari dosa seksual atau penyimpangan seksual yang menyiksa, ingin hidup lebih kudus dibandingkan orang lain atau supaya diterima Tuhan, kepahitan karena dikecewakan berkali-kali atau karena jodoh yang dinanti tak kunjung datang bukan alasan yang tepat untuk membujang.
Alkitab tidak pernah menyuruh kita menantikan jodoh, tetapi untuk menantikan Tuhan. Menantikan jodoh akan membuat seorang pemuda pemudi menjadi lelah lesu, kecewa dan putus asa kalau belum jua mendapatkannya. Tetapi jika seseorang menantikan Tuhan, kekuatan hidupnya, sukacitanya akan dibaharui dari hari ke hari.
Yesaya 40:30-31
30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Jangan batasi jodoh dengan umur kita. Biarkan Tuhan yang berkarya. Orang yang sudah lansia pun bisa bertemu jodoh mereka di usia senja. Memang ada masa umur yang sudah sulit untuk mempunyai anak, tetapi Tuhan bisa mengaruniakan anak dengan cara lain, termasuk anak-anak rohani. Hidup tanpa anakpun, Tuhan tidak habis cara membahagiakan sepasang suami isteri apalagi jika mereka setia melayani Tuhan.
Ada masa-masa di mana kita akan menemukan bahwa membujang ternyata lebih baik dari menikah yaitu di masa penderitaan yang terjadi dalam skala besar. Misalnya terjadi gempa bumi yang dahsyat, badai, tsunami, perang, tirani penguasa di suatu negara atau suatu kelompok ekstrim yang menindas dan menganiaya rakyatnya atau menganiaya umat Tuhan. Dalam kondisi ini orang yang menikah akan lebih sulit keadaannya karena akan terfokus mencari suami atau isteri atau anak-anaknya yang hilang. Dan mereka akan sangat menderita karena kehilangan mereka. Orang yang membujang lebih sedikit menanggung penderitaan karena kehilangan. Dia bisa langsung fokus menolong orang-orang disekitarnya yang menderita.
1 Korintus 7:26-27, 29
26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
Saudaraku, nantikanlah Tuhan. Dia akan menuntun saudara ke tempat di mana seharusnya saudara berada, padang rumput yang hijau dan air yang tenang, tempat yang permai buat saudara. Kiranya saudara dikaruniakan Tuhan pengertian tentang apa itu menikah dan apa itu karunia membujang.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment