BERIKANLAH PERHATIAN KEPADA ANAK-ANAK

Matius 18:8-11

8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.

9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

11 [Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.]"

 Tuhan Yesus ketika mengajarkan hal ini sepertinya masih merangkul anak kecil yang dia panggil sebelumnya ke tengah mereka. Kenapa? Karena Dia pada bagian ini masih berbicara tentang anak-anak. 

Melanjutkan soal penyesatan terhadap anak-anak, Tuhan Yesus seperti mengulang kotbah di bukit tentang mencungkil mata dan memenggal tangan yang menyesatkan. Ayat ini diperuntukkan untuk orang-orang dewasa di sekitar anak-anak terutama orangtua si anak untuk menjaga kekudusan hidup mereka. Dosa atau kelalaian yang dilakukan orangtua bisa menyesatkan anak-anak. Dan Tuhan Yesus memberikan peringatan keras soal itu. Bagaimana ini bisa terjadi? 

Orang tua yang disesatkan dalam dosa tangan, kaki dan matanya membuat si orang tua kehilangan perhatian terhadap anak-anaknya dan mulai mengabaikan anak-anaknya. Dosa datang dari sifat mementingkan diri sendiri. Ayah yang selingkuh akan asyik dengan dosa selingkuhnya, mustahil dia bisa memperhatikan anak-anaknya. Ibu yang sibuk dengan kesenangannya sendiri tidak mungkin bisa memperhatikan anak-anaknya. 

Itu sebabnya Yesus berkata: "jika tangan kakimu menyesatkan engkau, potong itu. Jika matamu menyesatkan engkau, cungkil".

Jika saudara seorang bapak atau ibu dari anak-anak perhatikanlah hal ini. Tuhan kelak akan meminta pertanggungjawaban saudara.

Tentu kita tidak mau memotong tangan atau mencungkil mata kita. Tetapi Yesus bisa menyelamatkan kita dari dosa tangan, kaki dan mata kita. Jangan lakukan sendiri. Tetapi biarkan Tuhan Yesus yang melakukannya melalui Roh Kudus yang mematikan semua keinginan dosa tangan kaki dan mata kita. Hanya Roh Kudus yang bisa mengamputasi anggota tubuh kita yang berdosa secara roh.

Roma 8:13  Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Hiduplah dengan Roh Kudus setiap hari. Tinggalkan hidup yang berdosa. Hiduplah dengan bersandar pada kekuatan Tuhan Yesus setiap hari. Roh Kudus yaitu Roh Kasih Karunia akan memberimu kekuatan untuk mengalahkan dosa. Hiduplah dengan selalu rendah hati karena dalam kondisi itulah kasih karunia bekerja. Itulah gaya hidup orang beriman.

Sulit kita temukan tokoh-tokoh dunia dan tokoh-tokoh pendiri agama apapun dalam sejarah dunia ini yang memberi perhatian tersendiri untuk anak-anak, kecuali Yesus Kristus. Yesus Kristus datang dari sorga dan Dia dan BapaNya di sorga sangat mengasihi anak-anak dan di sorga ada malaikat-malaikat khusus untuk anak-anak yang selalu memandang wajah Bapa. 

Apa artinya memandang wajah Bapa? Kalau kita memandang wajah seseorang itu karena kita memberikan perhatian kepadanya atau meminta perhatian daripadanya. Malaikat-malaikat untuk anak-anak kecil itu terus memandang wajah Bapa di sorga, seperti anak kecil yang meminta perhatian bapanya. Bapa di sorga adalah Bapa yang memperhatikan. Para malaikat anak kecil ini menggambarkan sorga yang memberikan perhatian kepada anak-anak. Itu sebabnya selalu ada berkat khusus untuk anak-anak di bumi. Para malaikat mendorong siapapun di bumi untuk bergerak memberikan sesuatu pemberian kepada anak-anak, juga menggerakkan orang-orang untuk melindungi anak-anak dari bahaya. Begitulah kerja para malaikat itu yang selalu memandang wajah Bapa demi anak-anak.

Malaikat di dalam Alkitab juga bisa berarti malaikat jemaat. Malaikat artinya utusan Tuhan. Kalau kita baca ayat ini:

Wahyu 2:8  "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:

Ini juga bisa berarti gembala jemaat tersebut, karena surat kepada 7 jemaat yang ditulis Rasul Yohanes bukan ditujukan kepada malaikat makhluk roh, tetapi kepada manusia yaitu pemimpin jemaat, gembala, atau penatua jemaat.

Puji Tuhan kita punya guru sekolah Minggu di gereja kita. Guru sekolah Minggu ibarat replika malaikat anak-anak. Guru sekolah Minggu perlu menyadari bahwa Allah telah menghadirkan malaikat anak-anak di sorga, supaya menjadi contoh bagi guru sekolah Minggu untuk selalu memandang wajah Bapa dalam doa-doanya membela anak-anak sekolah Minggu yang digembalakannya. 

Adakah orang tua yang rela kehilangan anaknya? Begitu juga dengan Bapa di sorga, juga Yesus dan Roh Kudus. Itu sebabnya orang tua memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak nya supaya tidak kehilangan mereka. 

"Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang."

Saudaraku, kalau kita tidak memberikan perhatian kepada anak-anak kita, kelak kita akan kehilangan mereka. Ada yang berpindah keyakinan, yang mati karena narkoba, dan yang pergi dari rumah dan tidak kembali.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, kalau sorga begitu memberi perhatian khusus kepada anak-anak, berikanlah juga perhatian mu kepada mereka, maka hidup keluarga mu dan suasana gereja tempat saudara berjemaat akan seperti di sorga. 

Biarlah terjawab doa kita,:

Matius 6:10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

In His Grace

GDS


Comments

Followers