SAHABAT DALAM PENDERITAAN

Matius 16:21  Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 

Ayat ini dimulai dengan frase "sejak waktu itu". Sejak kapan itu? Sejak Petrus dan murid-murid Yesus lainnya' tahu bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah.

Sejak murid-murid mengenal Kristus bukan lagi dari apa kata orang melainkan dari pernyataan Tuhan sendiri, sejak itulah keintiman dengan Tuhan Yesus terjadi. Ini bukan hanya terjadi pada diri murid-murid tetapi juga pada diri kita. Keintiman dengan Tuhan datang dalam hidup kita jika kita mengenal Tuhan bukan lagi dari apa kata orang, tetapi dari Tuhan sendiri. 

Jika keintiman dengan Tuhan telah terjadi dalam hidup kita maka disitulah kita menjadi sahabat Tuhan Yesus tempat Dia mencurahkan isi hati Nya.

Bukankah persahabatan sejati di dunia ini seperti itu? Bukankah itu dimulai dari pengenalan akan pribadi teman, mengenal bukan dari apa kata orang, tetapi karena teman itu sendiri menyatakan dirinya? Bukankah sesudah itu datang keintiman atau keakraban dan teman itu akhirnya menjadi sahabat intim atau sahabat akrab kita?

Begitulah Yesus. Dia ingin kita menjadi sahabatNya. 

Sebelum turun dari sorga Yesus tahu bahwa Dia diutus Bapa untuk menyelamatkan manusia dengan cara menebus kita dari hutang dosa kita yaitu dengan merelakan diriNya dihukum mati di kayu salib sebagai tumbal pengganti kita. Dan Yesus setelah datang ke dunia ini Dia mencari orang-orang yang akan dijadikan sahabat-sahabatNya tempat Dia mencurahkan isi hatiNya yaitu tentang rencana Bapa untuk menyelamatkan dunia ini. 

Dan Yesus menemukan mereka, Petrus dan ke-11 murid lainnya, meski satu di antara mereka akan mengkhianati Dia. Yesus menjadikan mereka sahabat-sahabatNya dan kepada mereka Dia menyatakan bahwa Dia akan menderita, ditolak oleh para pemimpin agama Yahudi, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 

Itu sebab Yesus berkata:

Yohanes 15:15  Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Lihatlah kepada orang yang menderita kanker stadium 4, mereka tahu dari dokter bahwa mereka akan mati dalam waktu dekat, mereka akan mencari sahabat mereka dan menceritakan isi hati mereka, perasaan mereka, dan memohon kepada sahabatnya untuk melakukan apa yang dia rindukan jika dia mati. 

Hanya kepada sahabatlah biasanya seseorang menceritakan penderitaannya. 

Ayat ini benar sekali:

Amsal 17:17
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. 

Saudaraku, apakah saudara sahabat Yesus Kristus? Apakah saudara mengenal Tuhan Yesus? Jika saudara mengenal Tuhan Yesus, tentu saudara juga mengenal penderitaanNya karena Dia akan menunjukkan kepada saudara penderitaanNya, dan bukan hanya penderitaanNya saja, bukan, Dia juga akan menunjukkan kepada saudara penderitaan dunia ini, penderitaan orang-orang miskin, penderitaan anak-anak teraniaya, penderitaan orang-orang lemah di dunia ini, dan terutama penderitaan banyak orang yang diakibatkan dosa manusia. 

Yesus menderita dan mati untuk semua orang. Tuhan ingin saudara turut merasakan apa yang Dia derita, dan saudara akan turut merasakan nya hanya jika saudara adalah sahabat Nya. Jika saudara tahu penderitaan Nya, hidup saudara pasti akan berubah menjadi orang yang peduli dengan penderitaan dunia ini dan ikut menderita bersama Yesus. Saudara akan menangis bersama Dia untuk keselamatan banyak orang. 

Jika saudara sudah menjadi sahabat Yesus dalam penderitaanNya, saudara akan lebih mudah menjadi sahabat buat orang-orang lain yang menderita. Sebaliknya jika tidak, akan sangat sulit.

Rasul Paulus katakan:

2 Timotius 2:3
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 

Maukah saudara menjadi sahabat Nya? Kenallah Dia sampai Dia mengenalkan DiriNya kepada saudara. 

Saudaraku, apakah saudara betul-betul sahabat Yesus? 

Biarlah ayat ini menjadi pegangan saudara:

Filipi 3:10  Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

In His Grace

GDS


Comments

Followers