JANGAN SAMPAI ADA YANG HILANG
Matius 18:12-14
12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."
"Bagaimana pendapatmu?", tanya Tuhan Yesus. Cukup mengejutkan Tuhan bertanya pendapat manusia. Itu karena Tuhan sebenarnya ingin mengajak murid-muridNya berpikir waras dan wajar.
Sepertinya konteks ini tidak lagi mencakup anak-anak kecil tetapi juga para petobat baru yang masih polos dan haus untuk bertumbuh.
Para petobat baru adalah orang yang dikatakan Tuhan yang bertobat dan merendahkan diri seperti anak kecil.
Matius 18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Dalam memahami maksud Alkitab seringkali kita seperti berhadapan dengan permata atau berlian yang punya banyak sisi berkilau. Karena itu kita mencoba memahami maksud Tuhan Yesus dari berbagai sisi kemuliaan perkataannya. Perdebatan teologis seringkali muncul karena melihat satu sisi saja dan mengabaikan sisi lain.
Bapa di Sorga tidak menghendaki seorangpun dari anak-anak yang percaya kepadaNya itu hilang, dan juga setiap petobat-petobat baru hilang akibat penyesatan.
Banyak petobat baru akhirnya kembali hilang dan meninggalkan gereja karena berbagai penyesatan dan kekecewaan akibat ketidakmengertian mereka akan Firman Tuhan.
Orangtua saya memiliki 8 anak. Waktu saya masih kanak-kanak, adik bungsu saya yang masih kecil, masih balita, tanpa sepengetahuan kami naik ke mobil pick-up berisi banyak kaca untuk bangunan. Sopir dan kenek yang duduk di depan juga tak tahu ada anak kecil naik ke bak mobil. Untungnya ada tetangga yang melihat dari jauh tapi tak sempat mencegah. Ketika kami sadar adik kami hilang, maka kami semua menangis. Kakak saya yang paling besar bergegas mengejar dengan motor, karena kami tahu mobil itu akan ke kota lain. Ayah saya pulang, dan begitu mendengar hal itu beliau marah campur sedih dan cemas. Beliau melempar semua tas dan berkas-berkas kantornya dan mengejar mobil itu menggunakan mobilnya. Untunglah sampai di kota yang dituju, dekat dengan kota kami, ternyata adik kami selamat. Dan kami sekeluarga senang sekali dan bersukacita.
Seperti itulah halnya sukacita di sorga jika ada satu orang berdosa bertobat.
Lukas 15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
Betapa mencemaskan jika anggota keluarga.kita hilang, terutama yang masih anak-anak. Meskipun ayah saya masih memiliki tujuh anak, itu tidak berarti beliau tenang ketika salah satu anaknya hilang. Satu saja anaknya hilang adalah masalah besar bagi ayah saya. Setiap anaknya berharga baginya. Tidak boleh ada satupun yang hilang.
Di Lukas 15 Tuhan Yesus memberikan perumpamaan domba yang hilang, anak yang hilang dan dirham yang hilang. Gembala yang mencari domba yang hilang menggambarkan Tuhan Yesus. Bapa yang menanti anak yang hilang pulang menggambarkan Bapa di sorga. Perempuan yang mencari dirham yang hilang menggambarkan Roh Kudus.
Ketiga Pribadi dalam Allah Tritunggal ini, yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus tidak ingin ada satu orangpun dari anak-anakNya yang hilang.
Saudaraku, semakin kita mengenal Allah Tritunggal, semakin hati kita diubahkan seperti Dia. Kita akan seperti Bapa kita di sorga. Hati kita tidak ingin ada di antara anak-anak kita yang terhilang dari Tuhan, atau anak-anak sekolah Minggu yang hilang disesatkan dunia ini, atau petobat-petobat baru yang tulus tersesat kembali. Kita akan berusaha mencari mereka supaya mereka kembali dan kita akan bawa mereka dalam doa-doa kita supaya mereka kembali kepada Tuhan.
Bagaimana pendapat saudara jika anak saudara hilang? Apakah yang akan saudara lakukan?
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment