PERSYARATAN DARI MESIAS
Matius 16:24-26
24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Kalau kita baru mulai belajar membaca Alkitab dan langsung menuju ayat ini maka kita akan mengatakan perintah Yesus Kristus di ayat ini terlalu berat dan sulit untuk dilaksanakan. Tentu saja sulit karena kita ibarat murid kelas satu yang baru masuk sekolah dasar tapi salah masuk ruang kelas, kita masuk ke ruang kelas 4 yang sedang belajar akar kuadrat. Pelajaran akar kuadrat akan lebih mudah dicerna jika kita memulai dari pelajaran berhitung 1 sampai dengan 10 lalu naik kelas secara bertahap sampai ke kelas 4.
Itu sebab Yesus mengajar murid-muridNya dengan bertahap. Mulai dari pelajaran tentang banyak orang lelah terlantar seperti domba-domba yang tak bergembala, banyak orang yang sakit, miskin, lemah dan menderita, kemudian masuk ke pelajaran tentang Kerajaan Allah, hingga pelajaran pengenalan akan Allah bukan dari apa kata orang tapi Tuhan sendiri yang menyatakannya, dan persis sebelum ini adalah pelajaran tentang penderitaan yang akan dihadapi Kristus dan tantangan bagi kita untuk ikut serta dalam persekutuan penderitaanNya karena penderitaan yang ditanggung Kristus adalah penderitaan dunia ini. Tuhan mencari orang-orang yang mau memberi hidupnya untuk ikut serta dalam penderitaannya dalam rangka mencari dan menyelamatkan yang terhilang.
Untuk menjalankan misi ini, Yesus Kristus sebagai Mesias yaitu Pemimpin atau Komandan pasukan yang oleh Kitab Ibrani disebut sebagai Kapten Keselamatan kita,
yang dari versi KJV tertulis:
Hebrews 2:10 For it became him, for whom are all things, and by whom are all things, in bringing many sons unto glory, to make the captain of their salvation perfect through sufferings.
Dia menetapkan syarat-syarat untuk menjadi anggota bala tentara keselamatannya, yaitu pengikut Dia. Misi ini menuntut kerelaan para pengikutNya untuk tidak lagi mementingkan diri mereka sendiri, tapi mau menanggung beban penderitaan yang dihadapi dan mau menjadi penurut-penurut Allah.
"Setiap orang yang mau"
Frase ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak memaksa siapapun. Ini buat siapa saja yang memang mau. Manusialah yang suka memaksa, Tuhan tidak pernah memaksa. Bahkan Dia tidak pernah menghalangi siapapun yang mau meninggalkan Dia. Setiap orang hidup dengan segala konsekuensi atas pilihannya sendiri.
"ia harus menyangkal dirinya"
Menyangkal diri artinya mau melakukan apa yang sebenarnya kita sendiri tidak mau lakukan demi orang lain. Orang yang menyangkal diri tidak lagi mementingkan dirinya sendiri tapi mulai melihat ke sekelilingnya, melihat banyak orang yang menderita, tidak bahagia, berbeban berat dengan berbagai kesusahan dunia dan terutama beban dosa manusia. Untuk itu seseorang harus mau meninggalkan kenyamanannya sendiri dan mau mengambil resiko.
"memikul salibnya"
Salib adalah lambang kematian. Kita harus belajar untuk setiap hari mati terhadap dosa, mematikan keinginan daging kita, dan mati terhadap ego kita. Orang yang sudah mati tidak akan bereaksi lagi jika dicaci maki, dikritik, ditendang, diperlakukan dengan buruk. Jika kita masih bereaksi berarti kita belum mati. Untuk itu kita perlu rendah hati seperti Kristus untuk tidak melawan atau berbantah ketika kita dipersalahkan karena melayani Tuhan. Pandanglah selalu kepada Kristus teladan kita.
"dan mengikut Aku"
Artinya kita menjadi penurut-penurut Tuhan. Kita adalah cermin kemuliaan Tuhan, seperti tertulis di ayat ini:
2 Korintus 3:18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Apapun yang kita lakukan di depan cermin maka bayangan kita di cermin akan mengikuti atau menuruti gerakan kita. Jika kita adalah cermin kemuliaan Tuhan maka apapun yang Tuhan lakukan, kita akan ikuti atau turuti. Yesus selama di dunia ini Dia melakukan apapun yang dikerjakan BapaNya, seperti ada tertulis:
Yohanes 5:19
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Jika Bapa mengasihi orang yang memusuhiNya, Yesuspun seperti itu. Jika Bapa mengampuni, Yesuspun mengampuni. Begitupun dengan kita. Kitapun disebut mengikut Yesus, cermin Tuhan, jika kita menuruti apa yang Dia lakukan yaitu mengasihi dan melayani banyak orang.
Saudaraku, jika kita mengikut Yesus, maka kita akan ikut ambil bagian dalam kebahagiaanNya. Ikutilah syarat-syaratnya.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment