INI ZAMAN YESUS KRISTUS


Matius 17:3-5

3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. 

4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."  

Bacaan: Matius 17:1-13

Sesudah Yesus mengatakan bahwa ada di antara para murid yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang dalam kerajaanNya, maka 6 hari kemudian Dia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes bersama Dia naik ke atas gunung. Tidak disebutkan oleh Matius nama gunung tersebut, tetapi yang jelas itu gunung yang tinggi.

Di gunung itu tubuh dan wajah Yesus Kristus berubah menjadi bercahaya seperti cahaya matahari yang sangat terang. Yesus mengalami transfigurasi, berubah penampakanNya. Disitu jelas terlihat kodrat ilahiNya yang penuh kuasa dan kemuliaan yang tidak mungkin manusia biasa bisa seperti itu. Dan seketika itu juga terlihat ada dua orang lain yang datang bercakap-cakap dengan Yesus seperti sahabat yang sudah saling mengenal. Tidak begitu jelas apa yang mereka percakapkan, tetapi ketiga murid Yesus langsung mengenali mereka sebagai Musa dan Elia. Bisa jadi Yesus terdengar menyapa mereka dengan nama mereka. 

Petrus dan kedua murid lainnya merasa sangat bahagia. Mereka tahu sekarang bahwa Tuhan mereka adalah Raja yang penuh kemuliaan yang diteguhkan oleh para nabi. Pengalaman ini sungguh dahsyat dan mereka tidak akan melupakannya sampai akhir hayat mereka. Petrus bersaksi di dalam suratnya mengenai peristiwa ini:

2 Petrus 1:17-18

17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." 

18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. 

Lalu Petrus memberi usulan kepada Yesus untuk dibangun 3 kemah, satu untuk Yesus, satu untuk Musa dan satu untuk Elia. Mengapa Petrus mengusulkan ini? Dalam pikirannya masih terpatri ajaran orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bahwa Mesias itu harus seperti Musa dan sebelum kedatangan Mesias harus datang dahulu Elia. Dan itu memang ada di dalam Alkitab.

Ulangan 18:15  Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku (Musa), akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. 

Maleakhi 4:5-6

5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.  

6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Itu sebab Petrus punya ide, ide itu ide manusia yang tidak paham duduk persoalannya, yaitu supaya dibangun kemah untuk Yesus, untuk Musa dan untuk Elia, supaya bangsa Israel bisa beribadah di atas gunung itu sama seperti zaman dahulu. 

Tapi tiba-tiba terdengar suara dari sorga yang menyela Petrus. Itu ibarat orang yang tidak paham persoalan tiba-tiba mengajari orang yang paham persoalan, lalu tiba-tiba ada pihak ketiga menegur orang yang punya ide itu, Dialah Bapa di sorga yang sudah sejak semula bersama Yesus merencanakan keselamatan kita. Bagi Allah, ide Petrus itu ide manusia yang mengganggu rencanaNya dan harus di-cut, dipotong ucapannya. Rencana Allah adalah Injil harus tersebar ke seluruh dunia, bukan terpusat di gunung itu. Ide Petrus bukan ide Allah. Itu sebab Allah Bapa berkata:"Inilah Yesus, Anak yang Kukasihi, Dia yang harus kamu dengarkan."

Musa mewakili para nabi di zamannya sejak pembebasan dari perbudakan Mesir hingga pecahnya Kerajaan Israel. Elia mewakili para nabi di zamannya mulai dari pecahnya Kerajaan Israel hingga masa Yohanes Pembaptis.

Tema Musa adalah pembebasan bangsa Israel dari perbudakan musuh. Tema Elia adalah pemulihan kerajaan Israel melalui pertobatan. Dan itulah yang mereka percakapkan. Tetapi Yesus juga memiliki tema yang sama, tetapi jauh lebih besar. Yesus ingin membebaskan bukan hanya Israel tetapi juga bangsa-bangsa lain, dan Dia ingin memulihkan kerajaan bagi Israel yaitu melalui kerajaan Kekal yaitu kerajaan Allah, yang tidak hanya diperuntukkan bagi Israel tapi juga bagi bangsa-bangsa lain. Sesuai nubuat para nabi bahwa Mesias akan ditolak oleh bangsaNya sendiri, karena itu Dia berbelas kasihan kepada bangsa-bangsa lain, dan berkenan menyelamatkan mereka. Tetapi kelak sesudah genap keselamatan bangsa-bangsa lain barulah bangsa Israel akan dipulihkan.

Itu sebab murid-murid masih bertanya sekali lagi kepada Yesus sesudah Yesus bangkit, persis sebelum Yesus naik ke sorga:

Kisah Para Rasul 1:6  Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Yesus tidak menjawab langsung, tetapi Yesus berjanji akan memberikan kuasa yaitu Roh Kudus bagi murid-murid untuk menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi.

Saudaraku, zaman Musa dan zaman Elia sudah lewat hingga tampilnya Yohanes Pembaptis. Yesus sendiri yang mengatakannya:

Matius 17:12-13

12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."

13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. 

Jadi kalau zaman Elia pun sudah lewat, sekarang ini zaman apa? Musa dan Elia sudah memberikan tongkat estafet itu kepada Yesus Kristus, jadi sebenarnya sekarang adalah zaman Yesus Kristus. Di antara Musa dan Elia, yang mewakili para nabi, juga Petrus, Yakobus dan Yohanes yang mewakili para rasul dan para murid hingga zaman akhir, yang harus kita dengarkan adalah Yesus Kristus. Artinya Dari Dialah semua ide rencana Allah harus didengarkan dan dituruti oleh Gereja di sepanjang zaman dan di segala tempat. Para pengkhotbah yang mendengarkan Yesus Kristus pasti akan menyampaikan pesan Yesus Kristus, bukan pesan dirinya atau pesan orang lain. 

Dalam kitab Ibrani jelas dikatakan zaman akhir ini adalah zaman Yesus Kristus. Dialah yang kita dengarkan, Dialah pusat kekaguman kita, pokok puji-pujian kita dan keselamatan kita. Meskipun Yesus Kristus sekarang ada di sorga, tetapi Dia memerintah dari sorga dan masih berbicara kepada umatNya, Gereja-Nya.

Ibrani 1:1-2

1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,

2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Jadi ketahuilah saudaraku, saudara saat ini sedang hidup di zaman Yesus Kristus. Saudara bisa berbicara dengan Yesus sekarang dalam doa saudara tanpa perantaraan para nabi ataupun manusia lain. Dengarkanlah Dia.

In His Grace.

GDS

Comments

Followers