APALAGI YANG MASIH KURANG
Matius 19:16-21
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
(Perikop ini saya bagi menjadi dua renungan supaya tidak terlalu panjang)
Dalam pelajaran sebelumnya Yesus mengajarkan kepada kita seperti apa orang yang empunya Kerajaan Sorga yaitu orang yang merendahkan diri menjadi seperti anak kecil. Dan berikutnya dalam perikop ini Yesus mengajarkan kepada kita seperti apa orang yang sukar masuk Kerajaan Sorga. Ini dua hal yang bertolak belakang.
Datanglah seorang muda yang kaya kepada Yesus dan bertanya kepada Yesus apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan hidup kekal. Kitab Lukas mengatakan bahwa anak muda ini juga seorang pemimpin.
Lukas 18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Sang pemimpin muda yang kaya ini adalah anak yang baik, hormat kepada orangtua, menjaga kesucian moral sejak masa kecilnya dan menjunjung tinggi etika dan segala kebaikan. Dia adalah seorang yang perfeksionis dan ingin segala sesuatu dalam hidupnya sempurna. Dan dia merindukan sorga. Betul-betul hidup yang ideal yang dikagumi semua orang termasuk murid-murid Yesus pada waktu itu dan dikagumi banyak orang Kristen juga pada masa sekarang.
Masih muda, baik dan saleh, kaya, berbakat pemimpin, dan perfeksionis, bukankah orang seperti ini pantas untuk dijadikan ketua komisi pemuda di gereja? Bukankah Gereja modern masa kini mencari pemimpin muda seperti ini?
Bagi murid-murid Yesus dan kebanyakan kita, orang seperti ini sangat pantas masuk sorga, tetapi Yesus membalikkan semua pikiran murid-muridNya dan itu menggemparkan bagi murid-murid. Anak muda yang seharusnya pantas direkrut oleh Yesus malah dipersulit Yesus untuk mengikuti Dia.
Ketika anak muda ini datang berlari-lari untuk bertanya kepada Yesus, Yesus sudah tahu anak muda ini seorang yang sombong. Dari pertanyaannya saja sudah jelas dia sebenarnya membutuhkan pengakuan dari Yesus bahwa dia orang yang baik dan hebat. Yesus sudah mencium aroma kesombongannya tetapi murid-murid tidak.
Markus 10:17-18
17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
Pertanyaannya sudah mengganggu perasaan Yesus, Yesus balik bertanya: mengapa kaukatakan Aku baik. Tak seorangpun baik, hanya Allah yang baik.
Di hadapan Allah semua orang berdosa. Tidak ada yang baik.
Roma 3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
Yesus tahu bahwa anak muda ini mencari pengakuan Yesus bahwa dia orang yang baik dan dia menyangka Yesus akan mengatakan kepadanya: bagus, bagus, kamu layak masuk sorga. Anak muda ini tidak tahu bahwa Yesus datang bukan untuk mencari orang baik tapi mencari orang berdosa untuk menyelamatkan mereka. Hanya Yesuslah yang bisa menyelamatkan kita dan memberi hidup kekal. Bukan perbuatan baik kita.
Lukas 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."
Efesus 2:8-9
8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Sampai di sini anak muda itu tentu kaget karena tidak menyangka Yesus menolak pendapatnya. Lalu Yesus menyebutkan perintah Allah kepadanya untuk dilakukan. Anak muda itu menjawab cepat dan lugas ibarat memberi tanda ceklis pada form tugas yang harus dikerjakan. Ini sudah. Itu sudah. Sudah. Sudah. "Tapi apa lagi yang masih kurang?", tanya si anak muda. Pertanyaan yang menjengkelkan bukan? Ini antara sombong dan butuh.
Anak muda itu meski sudah memiliki semua di dunia ini, tapi dia tahu ada yang kurang dalam hidupnya dan dia tidak tahu apa itu. Tapi Yesus tahu, anak muda itu butuh kepuasan batiniah atau kebahagiaan sejati yang tidak bisa dibeli dengan uang dan yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang empunya Kerajaan Sorga.
Inilah perkataan Yesus untuknya:
Matius 19:21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Dalam diagram Mashlow, anak muda ini sedang berada dalam puncak kejayaan hidupnya, yaitu mengejar self esteem dan aktualisasi diri. Dalam diagram Mashlow tidak ada kebutuhan akan Allah. Padahal hanya Allah yang bisa memberikan kepuasan batiniah dan kebahagiaan sejati. Dan itulah kebutuhan tertinggi manusia. Manusia selalu bertanya-tanya: Apalagi yang masih kurang? Mereka tidak tahu apa itu, karena itu ada di dalam sumur dalam yang ada dalam di batin mereka.
Daud katakan:
Mazmur 17:15
Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Daud sudah menemukan bahwa kepuasan hanya bisa didapatkan jika seseorang memandang rupa Allah di dalam kebenaran.
Jika engkau hendak sempurna. Manusia ingin mengejar hidup sempurna, tapi takkan pernah akan mendapatkannya kecuali dikaruniakan dari sorga.
Juallah segala milikmu. Pada jaman dahulu orang menjual bisa dengan barter atau tukar barang. Untuk itu orang harus mau melepaskan barangnya untuk mendapatkan barang yang lain. Kita harus menukarkan pikiran duniawi kita dengan kebenaran bahwa harta sorgawi jauh lebih penting daripada harta dunia ini, sehingga kitapun rela melepaskan harta dunia ini demi harta sorgawi yang memberi kebahagiaan kekal.
Berikanlah kepada orang-orang miskin. Tuhan tidak butuh harta kita. Harta kita adalah milik Tuhan. Kelak kita mati harta itu diambil lagi dari kita. Yang Tuhan mau adalah hidup kita, diri kita sendiri. Yang membutuhkan uang dan harta kita adalah orang lain yang membutuhkan pertolongan kita. Tetapi Tuhan mencari kita, diri kita, kehadiran kita. Sama seperti ayah yang kaya yang membuat perjamuan keluarga besar, dia tidak butuh sumbangan kita karena dia ayah yang kaya, yang dia butuh kehadiran kita. Itulah yang membuat Bapa di sorga bahagia jika kita ada dalam hadiratNya. Orang miskinlah yang membutuhkan uang kita. Bukan berarti kita harus menjadi seperti sinterklas. Untuk memahami ini maka seseorang harus menjadi pelayan bagi banyak orang, baru dia mengerti arti memberi untuk orang miskin. Kalau kita hanya memberi persembahan tanpa memberi diri kita melayani, maka kita tidak akan sampai pada kondisi kebahagiaan dan kepuasan sejati dalam batin kita.
Mari ikutlah Aku. Sesudah memberikan perintah itu, Yesus mengajak anak muda itu mengikut Dia. Mustahil kita akan mendapatkan harta sorgawi jika kita tidak mengikut Yesus. Mengikut Yesus artinya menerapkan atau meneladani jalan yang ditempuh oleh Yesus, yang meskipun Dia kaya, pemilik alam semesta bersama Bapa, penuh kemuliaan sukacita sorga, tetapi Dia rela meninggalkan itu semua, turun posisi ke bawah, ke bumi menjadi manusia, bukan itu saja, Dia juga menjadi pelayan banyak orang, merendahkan DiriNya dan taat melakukan kehendak Bapa, mati dikorbankan untuk menebus manusia dan menyelamatkan banyak orang. Itu sebab Allah sangat meninggikan Dia. Jika saudara orang yang kaya yang dimaksud dan ingin beroleh hidup yang kekal, tempuhlah jejak Yesus Kristus, maka saudara akan sangat berbahagia dan mendapatkan hidup kekal. Ikutlah Yesus.
Filipi 2:6-9
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment