TENANGLAH! AKU INI, JANGAN TAKUT

Matius 14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Bacaan: Matius 14:22-27

Murid-murid Yesus baru saja menyaksikan bagaimana Guru mereka melakukan perkara besar yaitu memberi makan 5000 lebih hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Dan kemudian mereka berpisah sejenak dengan guru mereka.

Yesus memutuskan untuk naik ke bukit untuk berdoa sendirian kepada BapaNya. Untuk apa Yesus berdoa? Untuk bersekutu dengan BapaNya. Apakah untuk itu saja? Tentu tidak, Yesus juga berdoa syafaat untuk murid-muridnya, orang-orang yang dikasihinya.

Semakin lama posisi perahu mereka semakin jauh dari pantai karena hanyut oleh angin sakal. 

Begitulah dalam kehidupan kita. Yesus ada di sorga saat ini bersama BapaNya. Tetapi angin sakal dunia ini bisa membawa kita semakin lama semakin jauh dari tempat di mana seharusnya kita berlabuh bersama Tuhan. 

Sepertinya murid-murid kelelahan dan tertidur sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah meninggalkan Yesus terlalu jauh. 

Begitu juga angin sakal dunia ini bisa menyeret kita yang dalam kondisi lelah dan tertidur semakin jauh dari Yesus. Waspadalah dan terjaga lah ketika kita sudah makin jauh dari Yesus.


Ibrani 2:1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

Ketika kita jauh dari Yesus segala sesuatu tampak negatif dan menakutkan. Bahkan Tuhan pun kita sangka hantu. "Itu hantu", teriak murid-murid. Tuhan menjadi pribadi yang menakutkan saat itu, seakan kita lupa bahwa Tuhan Yesus adalah pribadi yang penuh kasih dan kelembutan dan berkuasa menenangkan jiwa kita. Karena Tuhan sudah dianggap seperti hantu yang menakutkan, sebagian orang-orang Kristen malah pergi semakin jauh dari Tuhan. 

Tetapi Yesus yang mengasihi murid-muridnya berseru, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Kata-kata ini melegakan hati murid-murid dan melenyapkan ketakutan mereka. 

Saudara-saudariku, apakah Tuhan saat ini menjadi menakutkan bagi hidup saudara? Dia tidak seperti yang saudara sangka. Itu karena saudara sudah terlalu jauh tidak bersama Yesus, karena saudara terseret oleh dunia ini. 

Sebenarnya, ketika kita sedang jauh dari Tuhan, Dia Yesus, Imam Besar kita, sedang bersyafaat bagi kita supaya kita tidak jatuh dan menjauh. Dia segera datang kepada saudara, palingkanlah wajah saudara kepada Yesus, pandanglah wajahNya yang mengasihi saudara. Dia mengampunimu saudaraku. Dia kembali berkata kepada jiwamu: "Jangan kamu takut! Ini Aku, tenanglah jiwamu."

Temukanlah ketenangan jiwa kita ketika kita berhadapan dengan Yesus.


Lukas 22:31-32 31 

Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."


Ibrani 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

In His Grace

GDS

Comments

Followers