DIGERAKKAN OLEH BELAS KASIHAN
Matius 14:13-14
13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
Kehidupan Yesus adalah kehidupan yang berbelas kasihan kepada banyak orang. Dan itu dibangunNya melalui doa syafaat dan cucuran air mata di tempat yang sunyi.
Di ayat 13 kita baca bahwa Tuhan Yesus biasa mencari tempat yang sunyi untuk berdoa. Tuhan kita merasa perlu bertemu BapaNya dan bersekutu dengan Bapa Nya di sorga. Bapa di sorga lah sumber belas kasihan. Jika kita tekun menghadapkan hidup kita kepada Bapa maka Dia akan menyatakan belas kasihan Nya kepada kita dan kepada banyak orang. Disitulah hati kita hancur melihat banyak penderitaan manusia di dunia ini. Di situlah kita bisa menjadi seperti bapa bagi banyak orang. Itu sebabnya ketika Tuhan Yesus melihat orang banyak mencari Dia maka hatiNya tergerak oleh belaskasihan.
Bapa di sorga lah yang membuat hidup kita juga penuh belas kasihan seperti ada tertulis:
2 Korintus 1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,
Belaskasihan itulah yang menggerakkan Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang lapar, mengusir roh-roh jahat dari orang yang kerasukan, melenyapkan penderitaan dan kelemahan orang-orang dan yang paling utama adalah mengorbankan DiriNya mati di kayu salib untuk pengampunan dosa kita supaya kita bisa datang kepada Bapa di sorga. Belas kasihan juga yang memampukan kita bertindak dengan sukacita melayani banyak orang.
Kita pun akan mengerti apa yang dimaksud dengan dosa dalam perkataan ini:
Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Hidup yang berbelaskasihan seperti Yesus ini bisa menjadi bagian dari hidup kita dan memang begitu seharusnya setiap hari. Hidup yang berbelaskasihan adalah hidup yang sangat manis dan membahagiakan hati kita. Dalam kondisi itulah kita menjadi manusia sebenarnya seperti semula rancangan Allah. Di situ pula kita melihat banyak orang sebagai anak-anak terhilang yang dicari Allah. Kita memandang setiap orang sebagai pribadi-pribadi yang dikasihi Allah. Itulah yang menggerakkan kita bertindak berbuat baik kepada mereka dan mencari kesempatan menceritakan jalan keselamatan bagi mereka.
Jika kita peduli dengan Allah, kita pun akan peduli dengan sesama kita.
Jika kita tidak peduli dengan Allah, kita pun tidak akan peduli dengan sesama kita.
Karena itu bertekunlah dalam doa, maka semakin lama hidup kita makin kuat digerakkan oleh belas kasihan.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment