HATI YANG MENJAUH DARI TUHAN
Matius 15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Bacaan: Matius 15:1-9
Bahaya yang dihadapi oleh murid Kristus adalah ketika hatinya menjauh dari Tuhan.
Hidupnya masih terlihat beribadah, masih berdoa, masih membaca Alkitab, masih aktif dalam kegiatan gereja, setia datang ibadah Minggu atau persekutuan doa tetapi Tuhan tahu dan dia sendiri tahu bahwa hatinya sudah jauh dari Tuhan.
Kita bisa tahu apakah hati kita sudah menjauh dari Tuhan adalah ketika kita melakukan semua hal rohani tapi tanpa kasih yang mula-mula pada Tuhan, semua rutinitas seperti robot yang terprogram melakukan ini dan itu. Robot adalah mesin yang taat pada perintah. Tetapi robot tidak memiliki kehendak bebas untuk mengasihi seseorang.
Tradisi manusia, perintah manusia atau adat istiadat manusia bisa membuat hidup kita seperti robot dan bisa menyingkirkan perintah utama Tuhan Yesus dalam hidup kita yaitu perintah kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan kasihlah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Orang Farisi punya adat istiadat begini: jika kamu sudah memberikan persembahan kepada Tuhan, maka kamu tidak wajib lagi memelihara orang tuamu.
Matius 15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
Adat istiadat ini terlihat rohani. Adat istiadat ini bukan muncul di tengah-tengah suku primitif tapi muncul dari bait Allah, rumah Tuhan, synagoge yang difatwakan oleh para pemimpin agama Yahudi. Perintah ini seolah-olah perintah Allah, terlihat rohani, padahal ini bukan perintah Tuhan, melainkan perintah manusia.
Di suku-suku bangsa ada adat istiadat yang menindas manusia tanpa kasih terutama menindas orang miskin, ini harus kita tentang. Tetapi ada juga adat istiadat suku yang justru melakukan perintah Tuhan seperti menghormati orang tua yang justru pudar di dalam bait Allah. Inilah yang ditentang Yesus dari orang Farisi, yang terlihat rohani dan alim di synagoge atau rumah ibadat, tapi mereka seperti orang yang tidak mengenal Allah di tengah keluarga nya sendiri.
Saudaraku yang terkasih, dari mana kita tahu bahwa kita sudah terjebak dalam rutinitas tradisi manusia yaitu mengutamakan perintah manusia daripada perintah Allah? Ini indikatornya:
1. Apakah hati kita sudah menjauh dari Allah?
2. Apakah kita sudah meninggalkan kasih kita yang mula-mula kepada Kristus?
3. Apakah kita sudah kehilangan kasih kita kepada sesama manusia?
Itu sudah cukup membuktikan apakah kita mengutamakan perintah manusia atau adat istiadat dan tradisi manusia diatas perintah Allah.
Hati yang menjauh dari Allah dan ketiadaan kasih adalah bukti bahwa kita sudah terbelenggu atau jatuh dalam rutinitas tradisi adat istiadat manusia meskipun itu terlihat rohani.
Dengarlah apa kata Tuhan Yesus:
Wahyu 2:4-5 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment