MUTIARA YANG INDAH
Matius 13:45-46
45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Perumpamaan ini bisa diartikan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah mutiara yang indah itu yang kita temukan dalam hidup kita. Tapi dalam tulisan ini penulis melihat indahnya perumpamaan ini dari sisi yang lain yang juga penafsiran nya indah buat kita.
Mutiara selalu dikaitkan dengan kaum perempuan bukan kaum lelaki. Mutiara sejak zaman dahulu dianggap sebagai lambang kecantikan dan kesucian. Mutiara terbentuk di dalam tiram atau kerang yang hidup di dasar laut yang apabila kemasukan sebutir pasir maka tiram tersebut berusaha menghilangkan rasa sakit dengan mengeluarkan getah dari tubuhnya yang melapisi pasir tersebut yang disebut 'nacre' sehingga terbentuklah mutiara. Lapisan nacre inilah yang menjadi mutiara berkilau dari warna perak hingga warna keemasan.
Semua wanita menyukai perhiasan. Itu sebab Alkitab mengatakan bahwa isteri yang cakap lebih berharga daripada perhiasan permata.
Amsal 31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
Dan Ayub mengatakan bahwa hikmat lebih berharga daripada mutiara.
Ayub 28:18
Baik gewang, baik hablur, tidak terhitung lagi; memiliki hikmat adalah lebih baik dari pada mutiara.
Ini menunjukkan bahwa perhiasan wanita yang paling berharga adalah kebijaksanaannya dan perbuatan baiknya.
1 Timotius 2:9-10
9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,
10 tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.
Yesus Kristus Tuhan kita memandang pentingnya kesucian dalam hidup kita, baik pria maupun wanita. Itu sebab Tuhan mengumpamakan kesucian itu seperti mutiara. Jika kita mencemarkan kesucian hidup kita, itu seperti melempar mutiara kepada babi dan babi itu berbalik mencakar dan mencabik-cabik orang yang memandang remeh kesuciannya.
Matius 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
Kitalah Mutiara yang Indah itu. Kitalah Gereja-Nya Mempelai Perempuan Kristus.
Di antara banyak mutiara di dunia ini, dari antara banyak orang di dunia ini Yesus memilih kita, mutiara yang indah yang ditemukannya. Bagi orang lain mungkin kita bukan mutiara yang indah, mungkin kita tidak terkenal, tidak terkemuka, tidak ada yang bisa kita banggakan dari sisi harta atau kecantikan kita tapi Yesus melihat hati kita bukan tampak luar kita. Dia melihat iman dan kasih kita kepada Nya.
Hidup kita mungkin seperti mutiara dalam kubangan lumpur dosa, hidup kita penuh kecemaran, tapi justru untuk itulah Yesus datang ke dunia ini untuk mencari orang berdosa dan menyelamatkan kita yang terhilang. Dia justru memilih kita orang berdosa yang membutuhkan Juru Selamat.
Yohanes 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Efesus 1:4
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Untuk mendapatkan kitalah Tuhan Yesus rela meninggalkan kemuliaannya di sorga dan datang ke dunia ini menjadi sama dengan kita. Dia rela menjadi miskin karena kita. Dia rela mati di kayu salib mencurahkan darahNya untuk membayar dan menebus kita dari dosa dan dari tangan Iblis.
Dia Yesus:
Filipi 2:6-8
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Kalau Yesus sudah meninggalkan segala milikNya di sorga demi mendapatkan kita mutiara yang indah bagi DiriNya, sudah sepatutnya kita pun memberikan diri kita untuk hidup bagiNya dan percaya akan kasihNya pada kita.
Ini His Grace
GDS
Comments
Post a Comment