BIJI DAN POHON SESAWI

Matius 13:31-32

31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seumpama biji sesawi yang ditaburkan orang di ladang. Sesawi adalah tanaman sayuran dan juga tanaman bumbu. Bijinya yang kecil seperti halnya biji bayam. Ukuran biji sesawi sebesar 1-2 mm. Jika sudah tumbuh pohonnya rata-rata berukuran 1,3 m, dan kadang bisa mencapai 3 m. Yesus tidak mengatakan pohon sesawi lebih tinggi dari pohon-pohon lain melainkan lebih tinggi dari pohon sayuran atau pohon herbal yang ada. 

Biji sesawi bisa diolah sebagai bumbu salad yaitu untuk membuat saos mustard dan saat ini minyak bijinya dikembangkan untuk biodiesel. Itu sebabnya di Timur Tengah dan Asia Tengah banyak perkebunan sesawi.

Sebenarnya burung kurang tertarik bersarang di pohon sesawi tapi dari ukuran tingginya sangat memungkinkan bagi burung hinggap dan bersarang di pohon sesawi. Kemungkinan karena petani mencegahnya dan menganggapnya hama seperti halnya burung pengganggu tanaman padi. Penulis sendiri pernah menemukan sarang burung di antara ilalang yang tumbuh rapat. Kebun sesawipun tumbuhnya rapat. Jadi sangat mungkin burung bersarang di pohon sesawi.

Sering kita bayangkan pohon sesawi itu tumbuh setinggi pohon besar seperti pohon beringin atau pohon aras. Sebenarnya tidak setinggi itu. Tapi tetap pohon sesawi memungkinkan untuk burung hinggap dan bersarang. 

Dari perumpamaan itu kita baca Yesus tidak mengumpamakan Kerajaan Allah sebagai pohon besar seperti pohon beringin melainkan sebagai pohon sayuran sesawi karena bijinya yang kecil. Kerajaan Allah selalu dimulai dari hal yang kecil. Yesus memulainya dari yang kecil dan sederhana. Yesus sendiri datang ke dunia ini menjadi miskin dalam keluarga sederhana yaitu tukang kayu. Bagi orang-orang Farisi Yesus tidak menarik, mereka menginginkan pemimpin yang terpandang dan terkemuka dari sisi kekayaan dan reputasi dunia. Tapi Yesus yang sederhana ini, yang tak terpandang ini memulai Kerajaannya dengan berita yang indah bagi orang kecil:

Matius 5:3  "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Selama hidupnya Dia menjadi sahabat orang berdosa, dan sahabat anak-anak kecil. Tetapi oleh kematiannya di kayu salib Dia meletakkan dasar yang teguh bagi Kerajaan Nya, barangsiapa yang percaya kepadaNya akan diselamatkan. 

Yesaya 28:16  sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! 

Yesus memulai Kerajaannya dari sekelompok orang kecil yang sederhana yang didominasi oleh para nelayan yaitu 12 muridNya para rasul. 

Sejak hari Pentakosta pencurahan Roh Kudus kerajaan Allah berkembang sangat pesat hingga ke bangsa-bangsa. Dan sejarah mencatat bahwa kebanyakan kebangunan rohani atau revival dimulai dari sekelompok kecil orang-orang kecil yang tidak terpandang yang berdampak bagi banyak orang, bagi suatu negara dan sampai ke bangsa-bangsa. 

Ingatlah, Kerajaan Allah dimulai dari yang kecil.

Apakah saudara memandang diri saudara orang kecil dan tidak dipandang dunia? Apakah saudara yang mungkin saat ini melayani orang-orang kecil dan putus asa dengan kondisi lambatnya pengertian mereka akan Firman Tuhan? Allah sanggup mengubah kan apa yang kecil menjadi besar dan berdampak bagi banyak orang. Tetaplah menabur benih Kerajaan Allah dengan terus berdoa untuk pertumbuhannya. Mereka yang kecil dan tidak terpandang ini akan dipakai Tuhan untuk perkara besar berdampak bagi banyak orang. 

1 Korintus 1:26-28

26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.

27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

Dan setiap terjadi kebangunan rohani atau revival selalu ada pengganggu yaitu burung-burung yang mencoba hinggap dan bersarang dalam Kerajaan Allah. Burung-burung dalam Alkitab sering digambarkan sebagai Iblis yang mencuri Firman dari hati kita atau pengganggu pikiran dan ibadah kita dan juga penyesatan. Karena itu kita menghalaunya. 

Namun demikian kadang burung digambarkan juga sebagai pembawa logistik atau makanan. Para malaikat juga turut serta membantu umat Tuhan dalam pengembangan Kerajaan Allah.

Kejadian 15:11  Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. 

Kejadian 40:17  Dalam bakul atas ada berbagai-bagai makanan untuk Firaun, buatan juru roti, tetapi burung-burung memakannya dari dalam bakul yang di atas kepalaku."

Matius 13:4
Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

1 Raja-raja 17:6
Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Tuhan Yesus sanggup mengubah hidup saudara yang kecil dan tidak terpandang untuk dipakai dalam Kerajaan Nya. Teruslah menabur benih kerajaan Allah kepada orang-orang kecil. Tuhan sanggup memakai yang kecil menjadi berkat bagi banyak orang karena Kerajaan Allah dimulai dari yang kecil.

Lukas 12:32
Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

In His Grace

GDS


Comments

Followers