NABI YANG DIBUNUH
Matius 14:5
Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.
Bacaan: Matius 14:1-12
Yohanes Pembaptis, sepupu dari Tuhan Yesus Kristus, utusan yang mendahului Tuhan adalah nabi terakhir dari Perjanjian Lama dan yang mengawali Perjanjian Baru dengan pesan Injil:"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga".
Yohanes Pembaptis diutus Allah untuk mempersiapkan bangsa Israel menerima kedatangan Mesias, yaitu Kristus yang dinantikan untuk menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.
Matius 3:1-3
1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
Matius 11:9, 13-14
9 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
14 dan — jika kamu mau menerimanya — ialah Elia yang akan datang itu.
Yohanes mengasihi Allah tapi dia tidak pernah menjadi murid Yesus, melainkan di antara muridnya ada yang menjadi murid Yesus. Yohanes datang untuk membaptis orang berdosa yang bertobat dan menunjuk kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menanggung dosa manusia.
Ketika Yohanes mengkritik Herodes karena merebut Herodias istri saudaranya, Herodes marah dan ingin membunuh Yohanes. Akhirnya itu terlaksana pada hari ulangtahunnya.
Matius 14:8-10
8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."
9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.
10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara
Nabi-nabi dalam sejarah Kerajaan Allah mengalami banyak penolakan, penderitaan dan dibunuh karena mereka membawa pesan Allah, dan kedatangan mereka menakutkan bagi sebagian orang karena mengancam harga diri, posisi dan jabatan mereka tetapi bagi sebagian lagi malah menyambut berita itu dengan sukacita.
Yohanes 12:38, 42-43
38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?"
42 Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan.
43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.
Yohanes sempat goyah imannya karena ketika di dalam penjara Yesus tidak mengusahakan pembebasan dirinya. Tetapi dalam penganiayaan kita harus tahu bahwa Tuhan tidak selalu mengusahakan pembebasan kita, tetapi Dia pasti menguatkan kita menanggungnya.
Matius 11:2-3
2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
2 Korintus 12:9-10
9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Meskipun kita bukan nabi tetapi sebagai murid-murid Yesus yang mengasihi Yesus kita akan hidup seperti para nabi jika hidup kita memiliki kesaksian Yesus yaitu menjadi saksi Kristus. Kesaksian Yesus adalah roh nubuat. Itu sebabnya ketika kita menyampaikan berita tentang Kristus maka kuasa Roh Kudus menaungi kita dan kita seperti para nabi bernubuat.
Wahyu 19:10 Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."
Konsekwensinya adalah sebagian orang akan menyambut kebenaran Allah yang kita sampaikan, tetapi sebagian lagi akan tersandung dan tersinggung seperti Herodes dan membenci kita. Itu wajar sekali.
Yesus sudah memperingatkan kita bahwa kalau kita memikul namaNya maka akan ada orang yang membenci kita, mengucilkan dan menganiaya kita.
Tetapi Tuhan Yesus sudah mempersiapkan kita dalam menghadapi semua itu yaitu supaya kita mengasihi musuh kita, mengampuni mereka, mendoakan mereka, dan berbuat baik kepada mereka. Ini yang memberikan kita kemenangan di mana tidak akan ada yang bisa mengalahkan kita.
Matius 5:11-12
11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Matius 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Lukas 6:27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
Roma 12:21
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Ini His Grace
GDS
Comments
Post a Comment