RAGI DALAM ADONAN
Matius 13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
Dalam perumpamaan ini Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Sorga seperti ragi yang diambil perempuan yang diadukan dalam tepung tiga sukat menjadi adonan roti.Ragi adalah bahan yang biasanya mengandung bibit mikroorganisme yang bisa membuat terjadinya proses fermentasi pada adonan tepung sehingga adonan itu mengembang. Ragi sebenarnya bermanfaat dan banyak proses pembuatan makanan yang membutuhkan proses fermentasi seperti pembuatan roti, wine, tape ketan atau singkong, kecap, dsb.
Ragi seringkali digambarkan oleh Alkitab sebagai sesuatu yang jahat namun demikian dalam perumpamaan ini tampak mirip dengan maksud perumpamaan biji sesawi. Jadi untuk perumpamaan ini penulis membahas dari dua sisi kekuatan tersembunyi dari ragi. Mengapa disebut kekuatan tersembunyi karena ragi bekerja secara tersembunyi tapi pengaruhnya nyata.
Bisa dikatakan bahwa perumpamaan ini sebenarnya mirip dengan perumpamaan biji sesawi tentang cara kerja Kerajaan Allah. Perempuan yang dalam perumpamaan itu banyak ditafsirkan sebagai gereja dimana penulis juga menafsirkan demikian.
Kerajaan Allah ada di tengah-tengah Gereja jika Gereja menjadikan Kristus sebagai kepala. Gereja punya kekuatan tersembunyi mempengaruhi dunia, mempengaruhi jalannya pemerintahan, jalan sejarah, meresap ke dan mengubah adat istiadat, mempengaruhi ekonomi bangsa dan juga kehidupan sehari-hari. Itu sebab Yesus berkata bahwa kita adalah garam dan terang dunia.
Matius 5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Tetapi di sisi lain Yesus juga mengatakan kepada murid-muridnya supaya hati-hati terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.
Markus 8:15
Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
Apa itu? Kita harus waspada terhadap ragi orang Farisi artinya sifat dan ajaran orang Farisi yaitu kemunafikan, legalistik, penyesatan dan kesombongan agamawi. Ragi Herodes artinya sifat duniawi Herodes yaitu keduniawian, nafsu serakah, keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup.
Ragi Farisi dan Ragi Herodes menggambarkan pengaruh dunia terhadap gereja. Jadi bukan hanya Gereja yang mempengaruhi dunia tetapi juga dunia mempengaruhi Gereja dan keduanya terjadi dengan tersembunyi, diam-diam seperti ragi dalam adonan.
Gereja bisa mempengaruhi dunia, tetapi dunia juga bisa mempengaruhi Gereja dengan cara tersembunyi.
Sejarah mencatat terjadinya pasang surut kebangunan rohani Gereja disebabkan masuknya ragi dunia ini ke dalam gereja yang mengakibatkan Gereja menjadi suam-suam, kehilangan kasih mula-mula dan mati rohani.
Bagaimana kita mengantisipasi ini? Kita harus menjaga hidup kita murni seperti adonan yang tidak berbagi. Artinya menjaga hidup kita dari pencemaran dunia ini.
Ingatlah begitu rentannya hidup kita menjadi sombong dan congkak dan itu sudah bisa menjadi ragi yang menjatuhkan kehidupan rohani kita ke dalam daging. Jadilah adonan Kudus bagi Allah dengan roti sulung atau ragi Kristus.
Roma 11:16 Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.
1 Korintus 5:7
Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
Perempuan yang membuat adonan beragi itu juga menggambarkan hidup kita yang rentan terkena ragi dunia ini. Tetapi Tuhan Yesus sabar untuk mengubah hidup kita untuk diubahnya menjadi adonan Kudus dengan kekuatan tersembunyi dari Dia yang adalah roti sulung Kudus yang jika dicampurkan dalam adonan hidup kita itu akan menguduskan hidup kita.
Ini His Grace.
GDS
Comments
Post a Comment