FARISI-9# MEREKA BERSUNGGUH-SUNGGUH MEMENANGKAN JIWA UNTUK DIJADIKAN PENGIKUT KELOMPOK MEREKA
Ini adalah salah satu ajaran Yesus yang sangat penting bagi GerejaNya terutama dalam penyebaran Injil.
Orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sangat bersungguh-sungguh memenangkan jiwa-jiwa untuk dijadikan pengikut mereka. Meskipun harus mengarungi lautan dan menjelajahi daratan, apapun akan mereka lakukan demi memenangkan satu jiwa sekalipun. Mereka radikal dan militan dalam memenangkan jiwa.
Tetapi mereka melakukan itu semua bukan dalam rangka membawa orang-orang baru ke dalam pertobatan mengikut Yesus melainkan untuk menjadi pengikut kelompok mereka. Bukan menjadi murid Kristus tetapi menjadi murid mereka.
Mengapa mereka lakukan itu semua? Demi kemegahan kelompok mereka dan juga demi uang dan kekuasaan, bukan karena Kerajaan Allah.
Mari kita bandingkan dan periksa ayat tersebut. Kita bandingkan dengan versi bahasa Inggrisnya:
Matthew 23:15 Woe unto you, scribes and Pharisees, hypocrites! for ye compass sea and land to make one proselyte, and when he is made, ye make him twofold more the child of hell than yourselves. (KJV)
Matthew 23:15 “Woe to you, experts in the law and you Pharisees, hypocrites! You cross land and sea to make one convert, and when you get one, you make him twice as much a child of hell as yourselves!
Kata 'mentobatkan' dalam bahasa Indonesia sebenarnya bukan berarti bertobat kepada Allah, tetapi 'menjadi penganut kepercayaan atau agama', yang dalam bahasa sehari-hari kita disebut 'pindah agama'.
'proselyte' adalah kata dari bahasa Yunani yang artinya convert, atau 'berubah menjadi penganut kepercayaan yang berbeda'.
Sedangkan 'bertobat' atau 'repent' menggunakan kata 'metanoia' dalam bahasa Yunani.
Perbedaannya dimana?
Metanoia bisa saja digunakan dalam konteks di luar kekristenan, tetapi yang dimaksud dalam tulisan ini adalah dalam konteks Injil.
Metanoia itu karya Roh Kudus. Roh Kudus menginsyafkan manusia akan dosa dan murka Allah, lalu menarik manusia berbalik kepada Allah melalui Juruselamat Yesus Kristus.
Proselyte itu karya manusia. Manusia memberikan ajaran atau doktrin kepada seseorang yang jiwanya sedang rapuh, dan doktrin itu bisa berupa pewahyuan baru, bisa doktrin tradisi manusia, bisa juga janji-janji yang menyenangkan nafsu manusia, dan bisa juga yang bersifat mistik. itu semua memikat hati manusia. Itu semua bukanlah Injil Yesus Kristus tetapi Injil yang lain buatan manusia.
Injil buatan manusia selalu berpusat pada manusia. Tetapi Injil dari Allah selalu berpusat pada Allah.
Dan Rasul Paulus sudah memperingatkan jemaat di Galatia dengan kata-kata ini,:
Galatia 1:8
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
Dan juga kepada jemaat Korintus:
2 Korintus 11:4, 14
4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.
14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.
Di dalam Perjanjian Baru sudah tertulis berbagai ajaran-ajaran sesat yang masuk ke tengah-tengah jemaat yang memecah belah tubuh Kristus dan menyeret orang-orang menjadi pengikut mereka.
Saudaraku, kita harus memberitakan Injil ke seluruh dunia. Kita bersyukur ada Internet yang sekarang sangat memudahkan kita memberitakan Injil ke seluruh dunia. Kita juga bisa pergi ke ladang misi untuk memberitakan Injil dan membawa jiwa kepada Tuhan. Tetapi yang terpenting adalah kita menjadikan segala bangsa murid Tuhan Yesus Kristus, bukan murid kita. Mari kita lihat ayat Amanat Agung dari Tuhan Yesus Kristus.
Matius 28:19-20
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Kita pergi mengarungi lautan, menjelajah daratan sama seperti orang Farisi, tetapi kita rindu membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan Yesus untuk menjadi muridNya bukan menjadi pengikut aliran gereja kita.
Metode bisa sama, tetapi kontennya berbeda. Dan yang terpenting adalah kontennya. Ada orang yang bermegah dengan metode yang diterapkan gerejanya, tetapi yang terpenting adalah kontennya, karena itulah yang menentukan ke mana arah hidup jiwa yang dimenangkan itu. Yang penting adalah buah-buah yang dihasilkan orang yang dimenangkan itu jelas yaitu mereka mengasihi Kristus dan mentaati-Nya.
Mari kita berpedoman pada ayat Amanat Agung di atas:
1. Menjadi murid-Ku (Kristus), bukan menjadi muridku (saya).
2. Baptislah mereka, artinya bawa ke dalam pertobatan lalu dibaptiskan mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus dengan baptisan yang melambangkan penguburan manusia lama dan kebangkitan ke dalam hidup yang baru. Baptisan harus melambangkan kematian dan kebangkitan bersama Kristus. Baptisan adalah tanda pertobatan.
3. Ajarlah mereka melakukan perintah-Ku, artinya yang kita ajarkan adalah perintah Yesus yang tertulis mulai dari Matius sampai Yohanes dan sampai kitab Wahyu untuk dilakukan. Itulah dasar yang teguh. Sesudah itu di atasnya adalah ajaran para rasul dan para nabi. Ajarlah artinya buatlah mereka mengerti artinya lalu kemudian dilakukan.
4. Ada penyertaan Tuhan dalam setiap pekabaran Injil yang kita lakukan. Tuhan pasti meneguhkan dan turut bekerja dalam setiap pemberitaan Injil.
Itulah konten kita dalam memenangkan jiwa bagi Kristus.
Tetapi orang Farisi membawa konten yang berbeda, mereka membawa doktrin atau ajaran mereka yang dibuat oleh imajinasi manusia dan berpusat pada manusia yang hasilnya adalah orang-orang yang fanatik yang bergabung menjadi anggota mereka. Orang-orang yang dimenangkan mereka ini akan menjadi orang munafik sama seperti guru mereka yaitu orang-orang Farisi. Dan biasanya para pengikut lebih fanatik daripada gurunya karena mereka adalah fans. Sama seperti suporter sepak bola yang beringas yang bisa saja membunuh atau mencederai suporter lawan. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan pengikut mereka lebih jahat dua kali lipat karena tidak sekedar munafik tapi juga fanatik. Sifat fanatik mereka akan membela guru mereka dan kelompok serta ajaran mereka habis-habisan meskipun harus dengan cara membunuh orang lain. Begitu mengerikan.
Itu sebabnya Tuhan Yesus katakan bahwa mereka orang-orang neraka. Mereka tidak pergi ke sorga tetapi ke neraka karena mereka munafik dan fanatik membela apa yang bukan dari Allah.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan. Mari kita giat dalam pekerjaan Tuhan yaitu menuntun jiwa-jiwa kepada sang Juruselamat yaitu Yesus Kristus Tuhan kita. Dan baiklah kita juga memperhatikan konten yang kita ajarkan apakah Injil yang benar, ajaran Kristus, ajaran para rasul dan para nabi dan bukan ajaran hasil imajinasi manusia.
1 Timotius 4:16
Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
In His Grace
GDS
Comments
Post a Comment