FARISI-10# MEREKA BERSUMPAH MEMENTINGKAN DEMI EMAS DAN DEMI PERSEMBAHAN

Matius 23:16-22

16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?

18 Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.

19 Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?

20 Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.

21 Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.

22 Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.

Kali ini kita membahas satu lagi kemunafikan orang Farisi di mana mereka membuat aturan bahwa bersumpah yang sah atau yang mengikat itu bukan demi bait suci tapi demi emasnya, dan bukan demi mezbah tapi demi persembahannya.

Mengikat itu artinya dimeteraikan. Meterai di dalam perjanjian biasanya dalam bentuk cap atau stempel. Tetapi di dalam sumpah meterainya adalah demi sesuatu yang dianggap lebih tinggi otoritasnya atau sesuatu yang dianggap kudus.

Nehemia 9:38
Berdasarkan semuanya ini kami mengikat perjanjian yang teguh yang kami catat dengan dibubuhi meterai para pemimpin kami, orang-orang Lewi kami dan para imam kami.

Tokoh-tokoh Perjanjian Lama ada yang bersumpah atau mengikat janji dengan sumpah seperti Abraham, Yosua dan Daud. Bahkan Tuhanpun mengikat janjiNya dengan sumpah. Sumpah yang biasanya diucapkan orang Yahudi dimeteraikan dengan ucapan demi Tuhan, demi Allah, demi Yerusalem, demi bait suci, demi kitab suci, demi langit atau demi bumi.

Sumpah diucapkan untuk memastikan bahwa orang yang bersumpah tidak berdusta. Dan jika dia ternyata berdusta dia siap dikutuk atau dihukum oleh otoritas atau sesuatu yang Kudus yang menjadi meterainya.

1 Raja-raja 8:31-32

31 Jika seseorang telah berdosa kepada temannya, lalu diwajibkan mengangkat sumpah dengan mengutuk dirinya, dan dia datang bersumpah ke depan mezbah-Mu di dalam rumah ini,

32 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni menyatakan bersalah orang yang bersalah dengan menanggungkan perbuatannya kepada orang itu sendiri, tetapi menyatakan benar orang yang benar dengan memberi pembalasan kepadanya yang sesuai dengan kebenarannya. 

Tuhan sendiri bersumpah demi DiriNya sendiri atau demi kekudusan Nya sendiri karena tidak ada lagi yang lebih tinggi dari DiriNya.

Mazmur 89:35
(89-36) Sekali Aku bersumpah demi kekudusan-Ku, tentulah Aku tidak akan berbohong kepada Daud:

Meterai sumpah bagi orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah demi emas dan demi persembahan. 

Emas bait suci adalah semua perlengkapan ibadah yang terbuat atau dilapisi dari emas seperti tabut Perjanjian, kandil emas dan mezbah ukuran.  

Persembahan di bait suci bisa berupa hewan kurban seperti sapi, kambing domba, burung merpati atau burung tekukur, dan pada masa Yesus hidup persembahan juga bisa dalam bentuk uang yang dimasukkan ke dalam peti dan bisa juga emas atau perak. 

TUHAN YESUS MELARANG PENGIKUTNYA BERSUMPAH

Di dalam Perjanjian Lama tokoh-tokoh Alkitab bersumpah. Tetapi di dalam Perjanjian Baru, setiap anggota Kerajaan Allah oleh Tuhan Yesus dilarang bersumpah tetapi menjunjung tinggi kejujuran. 

Matius 5:33-37

33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;

36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.

37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Mengapa Tuhan Yesus melarang kita bersumpah? 

1. Terbukti banyak orang yang bersumpah tapi tidak sanggup menepatinya.

Yeremia 5:2
Sekalipun mereka berkata: "Demi TUHAN yang hidup," namun mereka bersumpah palsu. 

2. Sumpah yang tidak ditepati yang melibatkan demi Tuhan atau demi Allah justru menghina nama Tuhan karena mencatut nama Tuhan dengan sembarangan.

Keluaran 20:7
Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. 

3. Tuhan Yesus tidak ingin kita berbeban berat karena terjebak dalam sumpah atau nazar yang tidak bisa kita tepati. Sumpah atau nazar yang tidak ditepati mengandung kutuk bagi yang melanggarnya. Yang dikehendaki Tuhan adalah kejujuran kita dan kita hidup dalam kemerdekaan dari beban-beban berat termakan sumpah atau nazar yang tidak perlu.

Pengkhotbah 5:4-6

4 (5-3) Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.

5 (5-4) Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.  

6 (5-5) Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?

Mari kita lihat lagi di mana letak kemunafikan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sehingga Tuhan mengecam mereka.

Ayat 16 dan 17:  mereka menganggap emas Bait Suci lebih penting daripada Bait Suci itu sendiri. Jika Bait Suci itu adalah Gereja atau Umat Tuhan maka emas atau kekayaan umat Tuhan lebih penting daripada umat Tuhan itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa orang Farisi sebenarnya melayani karena mengejar emas itu. 

Ayat 18 dan 19: mereka menganggap persembahan di mezbah lebih penting daripada mezbah itu sendiri. Jika mezbah di Perjanjian Baru adalah Pelayanan maka bagi mereka persembahan yang didapat dari pelayanan itu lebih penting daripada Pelayanan itu sendiri. Itu sebab orang Farisi melayani dengan mempertimbangkan seberapa besar persembahan yang akan mereka dapatkan dari mezbah tersebut.

Memang benar para pelayan baik di  Perjanjian Lama  dan Perjanjian Baru mendapatkan persembahan dari mezbah Pelayanan mereka, karena Tuhan sudah mengatakannya.

1 Korintus 9:13-14

13 Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? 

14 Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. 

Jelas bahwa Tuhan menjanjikan bahwa para penginjil atau pelayan Tuhan mustinya hidup dari apa yang ada di mezbah itu tetapi orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menganggap pelayanan itu sah jika ada persembahannya. Semua pertimbangan pelayanan mereka tergantung persembahan yang di dapat mereka dari pelayanan ini. Ini yang menyebabkan Tuhan Yesus mengecam dan marah pada mereka.

Mereka memutuskan mendedikasikan diri mereka bagi pelayanan seperti yang dilakukan oleh Bileam, tergantung upah yang mereka dapatkan.

Yudas 1:11
Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. 

Tetapi Rasul Paulus telah memberikan teladan bagi kita

1 Korintus 9:15-16

15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga! 

16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Paulus katakan meskipun dia berhak mendapatkan hak persembahan dari mezbah pelayanannya tetapi dia tidak menggunakan haknya itu dengan menuntut bayaran. Bukan berarti Paulus menolak persembahan itu, tetapi dia siap tidak menerima persembahan apapun sebagai upahnya karena dia menganggap umat Tuhan lebih penting daripada kekayaan yang bisa dia dapatkan dari mereka dan pelayanan lebih penting daripada persembahan yang bisa dia dapatkan dari pelayanan itu karena dia mendedikasikan hidupnya tanpa menghiraukan upah yang dia dapatkan dari situ.

Yesus menyebutkan bahwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sebagai orang-orang bodoh dan buta. Artinya semua dedikasi kepada kerajaan Allah karena mengejar kekayaan dan persembahan bisa membuat seorang hamba Tuhan menjadi bodoh dan buta secara rohani karena uang. Pengertian rohaninya dan penglihatan rohaninya tentang hal-hal Kerajaan Allah menjadi gelap. Apa yang dia ajarkan akan menjadi sama dengan apa yang diajarkan dunia ini. 

Meskipun dalam Perjanjian Baru kita tidak bersumpah lagi, tetapi Tuhan ingin kita mendedikasikan atau menguduskan hidup kita bagi Kerajaan Allah.

Roma 12:1  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 

 Untuk itu kita harus berpegang pada ini:

Ayat 20: Jika kita menguduskan hidup kita demi mezbah pelayanan kita, maka segala sesuatu yang ada di mezbah termasuk persembahan di atasnya adalah kudus. Kitapun menerimanya sebagai pemberian dari Tuhan dengan rasa hormat dan takut akan Tuhan.

Ayat 21: Jika kita menguduskan hidup kita demi Bait Suci atau demi Umat Tuhan, maka kitapun menguduskan hidup kita demi Allah yang diam di tengah-tengah umat Tuhan.

Ayat 22: Jika kita menguduskan hidup kita bagi Sorga atau Kerajaan Sorga maka artinya kita juga menguduskan hidup kita bagi tahta Allah dan bagi Allah yang bersemayam di atas tahta itu.

Saudaraku, inilah indahnya ajaran Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak ingin kita memisah-misahkan apa yang penting dalam kerajaanNya seperti yang dilakukan orang Farisi. Tuhan kita ingin totalitas kita yang menyeluruh dalam hidup kita. Kita tidak hanya menguduskan hidup kita di dalam Gereja tetapi juga di dalam seluruh hidup kita. Jika kita menguduskan hidup kita di dalam pekerjaan kita, di dalam bisnis kita, di dalam pelayanan publik yang kita lakukan maka kitapun akan menguduskan gaji kita, keuntungan yang kita dapatkan atau apapun yang kita terima dari itu semua. Ketidakudusan dalam apapun yang kita lakukan dalam pekerjaan kita menyebabkan apapun yang kita terima dari pekerjaan itu menjadi tidak kudus. Karena itu kita harus berpegang pada apa yang dikatakan Rasul Petrus ini:

1 Petrus 1:15-16

15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.  

In His Grace

GDS




Comments

Followers