FARISI-11# MEREKA MEMBAYAR PERSEPULUHAN TETAPI MENGABAIKAN YANG LAIN

Matius 23:23  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Dalam ayat ini sama sekali tidak terlihat bahwa Tuhan Yesus menentang perpuluhan. Perpuluhan memang sudah ada lama jauh sebelum Hukum Taurat ada yaitu ketika Abraham memberikan sepersepuluh dari rampasan perangnya kepada imam Allah Yang Maha Tinggi, Melkisedek. 

Kejadian 14:18-20

18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 

19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,

20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Di dalam Hukum Taurat, perpuluhan dikukuhkan menjadi kewajiban bagi bangsa Israel untuk dibawah ke rumah Tuhan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. 

Ulangan 14:23  Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu. 

Sampai masa Tuhan Yesus hingga sekarang persepuluhan masih diberikan oleh orang Israel. 

Di dalam ajaran para rasul, memang tidak ada pengajaran atau perintah khusus persepuluhan, kecuali jemaat diminta menyisihkan sebagian penghasilannya setiap Minggu yang nantinya akan dipungut sebagai persembahan kasih. 

1 Korintus 16:2
Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing — sesuai dengan apa yang kamu peroleh — menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang. 

Bisa jadi itu perpuluhan, tapi memang tidak ada pernyataannya secara eksplisit.

Di dalam kitab Ibrani ada juga disebutkan perpuluhan, tetapi itu dalam konteks mengulas imamat Lewi dan imamat Melkisedek di mana imamat Melkisedek jauh lebih tinggi daripada imamat Lewi. Imamat artinya sistem atau aturan keimaman. 

Ibrani 7:6  Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji. 

Tetapi di dalam ayat Matius 23:23 ini Tuhan Yesus tidak menentang perpuluhan ataupun memerintahkan perpuluhan secara eksplisit. Tetapi Tuhan Yesus menyatakan yang satu harus dilakukan tetapi yang lain jangan diabaikan. Artinya tidak boleh mengabaikan tanggung jawab yang lain, harus seimbang. 

Para rasul tidak ada disebutkan memberikan persepuluhan tetapi disebut persembahan kasih atau persembahan sukarela. Itu sebab ada gereja yang tidak menerapkan persepuluhan. Tetapi ada juga yang berpegang bahwa persepuluhan itu wajib berdasarkan kitab Maleakhi 3, dan juga pada perkataan Tuhan Yesus bahwa yang satu harus dilakukan yang ditafsirkan sebagai wajib memberikan persepuluhan meskipun konteks sebenarnyanya adalah Tuhan Yesus menegur orang Farisi yang rajin memberikan persepuluhan, sampai soal jintan, adas, selasih, juga bisa dibilang setara cabe, bawang, kemiri atau rempah-rempah lainnya pun dibayar mereka perpuluhan nya tetapi mereka tidak menunjukkan keadilan, belas kasihan dan kesetiaan pada tanggungjawab kepada orang lain.

Ketidakseimbangan inilah yang ditentang Tuhan Yesus, sehingga Tuhan Yesus menyebut mereka ini munafik. Orang Farisi ini rajin memberikan persepuluhan tetapi mereka mengabaikan orangtua mereka, orang-orang miskin, lalai dalam tanggungjawab keuangan mereka sehingga mereka menjadi batu sandungan. Yang tertinggi nilainya dalam hukum Taurat adalah keadilan, belas kasihan dan kesetiaan atau tanggung jawab keuangan. 

Orang Kristen yang rajin memberi persembahan perpuluhan buat gereja tapi mengabaikan tanggung jawab keuangan mereka baik soal membayar hutang, soal memberi ke orang yang butuh pertolongan, soal membayar pajak, soal membayar tagihan, dan sebagainya, akan menjadi batu sandungan bagi orang-orang dunia ini. Itulah yang dimaksud Tuhan Yesus sebagai orang munafik. 

Ini His Grace 

GDS

Comments

Followers